Pasca pertandingan perempat final Inggris lawan Norwegia, striker Alexander Sørloth dihujat netizen karena tidak mengoper bola ke Erling Haaland di momen krusial. Akibat keputusannya mendribel bola sendirian sampai akhirnya dipatahkan John Stones, Norwegia gagal menggandakan keunggulan. Sekitar tujuh menit kemudian, skor pun berhasil disamakan oleh Jude Bellingham. Kita tahu ujung ceritanya: perjalanan Norwegia yang epik di Piala Dunia berakhir setelah Bellingham kembali mencetak gol di masa perpanjangan waktu. Norwegia kalah 1-2. Penampilan Haaland berakhir antiklimaks, Sørloth jadi kambing hitamnya. Saya tiba-tiba ingat Piala Dunia 1998 ketika Inggris disingkirkan Argentina di babak enam belas besar. Paul Ince dan David Batty gagal mencetak gol saat adu penalti, tetapi orang yang paling disalahkan adalah David Beckham. Alasannya, Beckham dikartu merah karena dianggap menendang Diego Simeone. Daily Mirror, salah satu media di Inggris, menulis headline besar-besar: " 10 ...
20 Ramadhan 1433
The Next Three Days adalah film garapan Paul Haggis yang merupakan remake dari film Prancis tahun 2008, Pour Elle. Film berdurasi 153 menit ini
berkisah tentang pengorbanan seorang pria bernama John Brennan (Russell Crowe)
yang berupaya membebaskan istrinya, Lara Brennan (Elizabeth Banks) dari penjara
di Kota Pittsburgh.
Tidak pernah terbayangkan
sebelumnya bagi John Brennan, bahwa dia harus berurusan dengan sisi gelap
dunia. Ia yang bekerja sebagai guru di pelajaran sastra, mesti berhadapan
dengan urusan paspor gelap, pembuatan kunci palsu, manipulasi data kesehatan,
penodongan, hingga pembunuhan, demi membebaskan sang istri dari penjara. Apa
yang dilakukan oleh John adalah sebuah kefrustasian setelah jalur legal yang ia
tempuh tidak sanggup untuk meringankan hukuman Lara yang dikenai pasal
pembunuhan dan divonis hukuman seumur hidup. John, dalam tiga tahun,
mempelajari dengan seksama seluk beluk penjara Kota Pittsburgh dan berupaya
menanggalkan segala reputasi bersihnya sebagai seorang guru, untuk kemudian
membebaskan seorang narapidana –yang berisiko membuat John jadi seorang
narapidana juga-.
The Next Three Days cukup memberikan ketegangan yang konsisten
sepanjang film. Membuatnya cukup pantas untuk dikategorikan sebagai thriller. Bahkan hingga menjelang akhir
film pun, penonton masih sulit menebak bagaimana akhir ceritanya. Tak hanya
tentang bagaimana taktik John dalam menembus barikade pertahanan penjara yang
menyekap sang istri, film ini juga menarik karena melihat bagaimana kontradiksi
perasaan John sebagai orang yang berpendidikan dan tak akrab dalam melakukan
kejahatan, tapi harus dilakukan atas dasar kecintaan pada sang istri dan juga
anak semata wayangnya, George Brennan (Brian Denehy). Film ini bagus,
menghibur, tapi tidak terlalu istimewa.
Rekomendasi: Bintang Tiga
Comments
Post a Comment