Pasca pertandingan perempat final Inggris lawan Norwegia, striker Alexander Sørloth dihujat netizen karena tidak mengoper bola ke Erling Haaland di momen krusial. Akibat keputusannya mendribel bola sendirian sampai akhirnya dipatahkan John Stones, Norwegia gagal menggandakan keunggulan. Sekitar tujuh menit kemudian, skor pun berhasil disamakan oleh Jude Bellingham. Kita tahu ujung ceritanya: perjalanan Norwegia yang epik di Piala Dunia berakhir setelah Bellingham kembali mencetak gol di masa perpanjangan waktu. Norwegia kalah 1-2. Penampilan Haaland berakhir antiklimaks, Sørloth jadi kambing hitamnya. Saya tiba-tiba ingat Piala Dunia 1998 ketika Inggris disingkirkan Argentina di babak enam belas besar. Paul Ince dan David Batty gagal mencetak gol saat adu penalti, tetapi orang yang paling disalahkan adalah David Beckham. Alasannya, Beckham dikartu merah karena dianggap menendang Diego Simeone. Daily Mirror, salah satu media di Inggris, menulis headline besar-besar: " 10 ...
Saya lupa kapan pertama kali mulai mengajar musik. Yang pasti, mengajar gitar klasik sudah dilakoni sejak saya masih kuliah S1 (antara tahun 2003 hingga 2007). Sekolah musik yang pertama kali menerima saya adalah Wisma Musik STESA di Batununggal. Awalnya, saya malah menjadi murid gitar jazz dari Kanggep Kusuma di sekolah musik tersebut, sebelum akhirnya diplot menjadi guru oleh sekolah musik milik Koh Sensus dan Ci Debby itu. Saya ingat murid gitar perdana saya, namanya Marvin. Entah dimana dia sekarang. Setelah Wisma Musik STESA, saya lupa tempat mengajar selanjutnya, apakah ke Purwatjaraka di Cijerah atau ke Allegria Music. Manapun itu, yang pasti saya hanya sebentar di Purwatjaraka, dan mengabdi lama di Allegria Music milik Ci Juniar Jacob, mengajar di tiga cabang yang mereka punya. Mungkin lebih dari sepuluh tahun saya mengajar gitar di Allegria Music. Selain mengajar di sekolah musik, saya juga mengajar murid secara privat. Ada yang datang ke rumah, ada juga yang saya ...