Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2021

Perkara Hari Untung dan Hari Rugi

Nadya adalah seorang pesimistis yang memandang hari-hari adalah selalu sial baginya. Pandangan semacam ini lumrah saja, dan mungkin gak cuma Nadya, banyak orang juga berpandangan seperti ini. Saya mungkin gak gitu-gitu amat. Kadang ada hari baik, ada hari buruk, tapi secara umum saya adalah orang yang lumayan optimis dalam menghadapi hari-hari. Sampai suatu hari saya pikir cara berpikir Nadya ini agak berbahaya juga, dalam artian, okelah, menganggap hari-hari itu sial boleh saja sebagai mekanisme pertahanan diri, supaya psikis ini senantiasa siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang datang setiap harinya.  Tapi setelah direnungkan sungguh-sungguh, kalau kita memandang hari itu ada hari untung, ada hari rugi, seperti misal: kemarin hari-hariku beruntung, hari ini rugi, berarti mungkin besok untung lagi, hari-hari jadinya dipandang dalam kacamata kerancuan penjudi ( gambler's fallacy ): semacam keyakinan bahwa kelak kita akan mengalami keberuntungan hanya karena telah...

Mengajar Filsafat untuk Anak

MENGAJAR FILSAFAT UNTUK ANAK Kurang dari setahun lalu, saya bertemu secara virtual dengan Aurea Rahel dari Omah Sindo, semacam komunitas homeschooler. Setelah sepakat mengadakan kelas filsafat pendidikan yang ditujukan terutama untuk orangtua dari para homeschooler dan berjalan selama delapan pertemuan, kami kemudian membicarakan rencana berikutnya untuk menggelar kelas filsafat bagi anak. Seperti apa itu kelas filsafat bagi anak? Jujur, saya tidak tahu, dan sama sekali tidak terbayang. Selama mengajar filsafat, murid-murid saya pada umumnya adalah mahasiswa. Kalaupun ada yang di bawah itu, paling muda adalah seumuran SMA. Sementara definisi anak yang ingin disasar Mbak Rahel adalah hingga sepuluh tahun! Pertanyaan besarnya adalah apakah mereka bisa belajar filsafat? Bukankah ini adalah pelajaran "rumit" yang berbahaya bahkan bagi orang dewasa sekalipun? Jika di pendidikan formal di Indonesia, bahkan filsafat ini bisa jadi baru diajarkan di program pascasarjana, saat ora...

Berfilsafat dengan Semangat Bermusik

BERFILSAFAT DENGAN SEMANGAT BERMUSIK Sebelum intens berfilsafat dalam beberapa tahun belakangan ini, dapat dikatakan saya lebih serius mendalami bidang musik. Saya senang sekali bermain dan mengajar musik. Meski tidak bisa dikatakan sampai level profesional, tetapi ada masa-masa saya intens tampil di beberapa acara, setidaknya seminggu sekali. Dalam beberapa acara tersebut, saya mendapat uang yang menjadi tambahan bagi pekerjaan utama saya yang waktu itu lebih banyak sebagai dosen. Kondisi pandemi sejak setahun terakhir ini membuat panggung musik tidak lagi ramai jika tidak bisa dikatakan kolaps. Ditambah lagi dengan aktivitas di wilayah filsafat yang semakin sering lewat Kelas Isolasi dan kuliah di STF Driyarkara, maka boleh dikatakan saya semakin jauh dari dunia musik. Padahal boleh dikatakan, kecintaan saya pada dunia musik itu tinggi sekali. Jika mesti dibandingkan mana yang lebih membahagiakan apakah dunia musik atau filsafat, saya akan dengan terang-terangan menjawab yang per...

Musik yang Bercakap-Cakap di Taman Ria Szikofrenia

Tanggapan atas album Lunar (2021) oleh Blue Ocean Project    Albumini. Boleh-saja memberikansuatu. Narasi. Untuk. Mem. Bantu-kitame. Mahami. Ten-tang-mu. Sik. Nya. Tapinarasiitubisajaditidaksedemikiansignifikanka. Rena tanpa ce. Rita tersebut – tentang Stephangelie yang. Skizofrenik dan. Teman imajiner. Nyaberna. Ma Lunar, kitabisatetapmen. Dalami musikdariBlue. Ocean Project (BOP). Ini. Tapi jikapuningin te. Tap me-ngacu-pa-da-narasinya-, yang. Da. Lam. titiktertentuwajarsekaliuntukkitaselami, lebih. Menarik jika-ki-ta mencari-carihub-ungan. Antara. Teks ten-tang. Stephangeliedenganmu. Sik yang hendakdi. Sajikan. Setelah mende. Ngarkan sembi-lan lagu di dal-am album. Ini, kita mungkin men. Coba me-ner-kabagaimana hubungan. Antara musikdan narasi. Hubungan yang bersifat. Sinestesia. tentusaja a-dalah. yangpalingmungkin: membuat kitamendengarkanmu. Sikseperti mem-ba-ca. Teksnya. – sepertiyangdilakukanWassily Kan-dinsy dalam karya-rupa-nya. Yang. Ter-pe-nga-ruholehmusikatau. Bis...

Demotivasi dan Obat Pahit Mujarab

Ulasan Buku Kumpulan Kalimat Demotivasi oleh Gorivana Ageza (bahasinema.com) " tapi buku yang tidak masuk akal dan menipu orang bukan buku bagus, kau tidak seharusnya membacanya … Apa kau harus bergantung pada buku ini untuk menipu dirimu sendiri agar berpikir kau akan sukses? " ―Ode to Joy, (Kong & Jian, 2016) Qiu Ying-ying sontak naik pitam dan mengamuk ketika Andy menasehatinya agar berhenti membaca buku-buku motivasi sukses. Andy menyarankan sahabatnya itu untuk meredefinisi pemahamannya mengenai sukses, bahwa itu bukan hanya persoalan kekayaan dan status. Sementara itu bagi Ying-ying, mempertanyakan kesuksesan hanya mungkin bagi orang yang sudah mengecap kemapanan seperti Andy, bukan sosok yang ada di dalam titik terendah seperti dirinya. Akibat kebenaran menyakitkan yang dikatakan Andy, hubungan keduanya lantas bersitegang. Ying-ying menganggap Andy telah meremehkan pandangan dan preferensinya. Penjual Harapan Palsu " Kekosongan batin orang lain adalah sumber n...