Nadya adalah seorang pesimistis yang memandang hari-hari adalah selalu sial baginya. Pandangan semacam ini lumrah saja, dan mungkin gak cuma Nadya, banyak orang juga berpandangan seperti ini. Saya mungkin gak gitu-gitu amat. Kadang ada hari baik, ada hari buruk, tapi secara umum saya adalah orang yang lumayan optimis dalam menghadapi hari-hari. Sampai suatu hari saya pikir cara berpikir Nadya ini agak berbahaya juga, dalam artian, okelah, menganggap hari-hari itu sial boleh saja sebagai mekanisme pertahanan diri, supaya psikis ini senantiasa siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang datang setiap harinya. Tapi setelah direnungkan sungguh-sungguh, kalau kita memandang hari itu ada hari untung, ada hari rugi, seperti misal: kemarin hari-hariku beruntung, hari ini rugi, berarti mungkin besok untung lagi, hari-hari jadinya dipandang dalam kacamata kerancuan penjudi ( gambler's fallacy ): semacam keyakinan bahwa kelak kita akan mengalami keberuntungan hanya karena telah...
Peringatan: ulasan ini mengandung spoiler. Netflix tampaknya terus menegaskan dominasinya dalam genre true crime documentary lewat film Unknown Number: The High School Catfish (2025), arahan Skye Borgman, sutradara yang sebelumnya juga menggarap Girl in the Picture dan Abducted in Plain Sight . Namun kali ini, kisah yang diangkat terasa lebih dekat dan mengusik: bagaimana ancaman paling berbahaya bisa muncul bukan dari dunia maya yang asing, melainkan dari seseorang di dalam rumah sendiri. Film ini mengikuti kisah nyata Lauryn Licari, seorang remaja Amerika, dan pacarnya, Owen McKenny, yang mulai menerima pesan teks bernada ancaman dan pelecehan dari nomor tak dikenal sejak Oktober 2020. Setelah sempat berhenti, pesan itu kembali datang pada September 2021 dan berlangsung selama lebih dari 15 bulan. Isi pesannya penuh dengan hinaan, ancaman, bahkan komentar seksual terhadap Owen. Keluarga dan pihak sekolah panik; penyelidikan melibatkan kepolisian setempat hingga FBI. Nam...