Pasca pertandingan perempat final Inggris lawan Norwegia, striker Alexander Sørloth dihujat netizen karena tidak mengoper bola ke Erling Haaland di momen krusial. Akibat keputusannya mendribel bola sendirian sampai akhirnya dipatahkan John Stones, Norwegia gagal menggandakan keunggulan. Sekitar tujuh menit kemudian, skor pun berhasil disamakan oleh Jude Bellingham. Kita tahu ujung ceritanya: perjalanan Norwegia yang epik di Piala Dunia berakhir setelah Bellingham kembali mencetak gol di masa perpanjangan waktu. Norwegia kalah 1-2. Penampilan Haaland berakhir antiklimaks, Sørloth jadi kambing hitamnya. Saya tiba-tiba ingat Piala Dunia 1998 ketika Inggris disingkirkan Argentina di babak enam belas besar. Paul Ince dan David Batty gagal mencetak gol saat adu penalti, tetapi orang yang paling disalahkan adalah David Beckham. Alasannya, Beckham dikartu merah karena dianggap menendang Diego Simeone. Daily Mirror, salah satu media di Inggris, menulis headline besar-besar: " 10 ...
Siapa itu Nam June Paik? Sekarang saya tahu, dia seorang Amerika kelahiran Korea yang dikenal sebagai orang pertama yang memperkenalkan konsep video art . Ia pernah membuat karya fenomenal bernama TV Cello . Yaitu tiga tumpuk televisi dengan ukuran berbeda dan diberi senar sehingga bisa digesek layaknya cello. Ia berpartisipasi pada suatu gerakan seni yang cukup populer di tahun 1960-an, namanya Fluxus. Tapi sebelumnya, saya cuma sering mendengar orang bernama Nam June Paik. Sejak saya kecil nama itu terngiang-ngiang. Saya tidak ingat, tapi rasanya bapak saya kerap mengucap nama tersebut tanpa saya paham siapa dia. Nam June Paik . Nam June Paik . Singkat cerita, saya mendapat undangan berbicara di sebuah penutupan pameran. Tepatnya bukan undangan, tapi kehormatan untuk menggantikan bapak yang seharusnya bicara, tapi urung hadir dan akhirnya didelegasikan pada saya. Saya kelabakan karena jarak dari pemberitahuan ke acara itu hanya sekitar lima hari. Saya sama sekali tidak mendalami seni...