Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2010

Tentang Menerima Kehidupan

Oh, selama saya masih membayangkan hal-hal menyenangkan di waktu kelak, atau berkubang dalam perandaian di masa lalu, kelihatannya susah untuk menjadi bahagia. Saya pernah bercita-cita: mulai usia empat puluh mau hidup santai, berharap uang dari menjadi pembicara atau royalti buku. Kenyataannya begini: usia empat puluh malah kena cancel , buku-buku ditarik semua, tidak ada lagi undangan menjadi pembicara. Namun soal masa lalu, memang saya tak pernah sering-sering menyesali. Ini saya pelajari dari buku Musashi , untuk tak pernah meratapi masa lalu.  Karena setelah dipikir-pikir, berandai soal masa lalu itu sungguh tak berguna. Kita menganggap kejadian yang kita alami sekarang (Y), adalah akibat dari suatu perbuatan (X) di masa lalu. Berandai-andai artinya, membayangkan bahwa jika X tak pernah terjadi, maka Y juga tidak akan pernah terjadi. Pertanyaannya, benarkah X adalah penyebab tunggal dalam terjadinya Y? Benarkah jika X tidak ada, Y benar-benar tidak ada? Sebagai contoh, andai s...

Ode untuk Muhammad

1 Kala Descartes bilang, binatang tak punya kesadaran : Ia cuma seonggok benda mekanik yang makan dan berjalan Maka Muhammad datang dengan untanya namanya Al-Qishwa Beliau bingung: di Madinah, semua warga menawarinya tempat berlindung Maka silakan wahai unta, carikan tempat tinggal yang baik untukku Tempat nantinya akan berdiri masjid yang disesaki orang sujud dan ruku 2 Kant berkata lantang : Baik adalah jika kau memberitahu polisi tentang kejahatan kawanmu yang bersembunyi di rumah Sartre berujar lebih tenang : Baik adalah jika kau menjadi biarawan atas pilihanmu sendiri dan bertanggungjawab atas pilihan itu Muhammad bergerak dalam diam : Baik adalah menjenguk orang sakit Meski ia rajin melemparimu dengan tahi 3 Ya Rasulullah, dewasa ini sebahagiaan kaum-mu semakin pemarah Emosian bukan kepalang Perlukah kuceritakan lagi kisah Kakek Yahudi yang netra lagi renta? : Yang memfitnahmu dengan sebutan Majnun pada orang-orang di pasar Kau datang padanya tanpa bicara Membawa makanan yang kau...