Nadya adalah seorang pesimistis yang memandang hari-hari adalah selalu sial baginya. Pandangan semacam ini lumrah saja, dan mungkin gak cuma Nadya, banyak orang juga berpandangan seperti ini. Saya mungkin gak gitu-gitu amat. Kadang ada hari baik, ada hari buruk, tapi secara umum saya adalah orang yang lumayan optimis dalam menghadapi hari-hari. Sampai suatu hari saya pikir cara berpikir Nadya ini agak berbahaya juga, dalam artian, okelah, menganggap hari-hari itu sial boleh saja sebagai mekanisme pertahanan diri, supaya psikis ini senantiasa siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang datang setiap harinya. Tapi setelah direnungkan sungguh-sungguh, kalau kita memandang hari itu ada hari untung, ada hari rugi, seperti misal: kemarin hari-hariku beruntung, hari ini rugi, berarti mungkin besok untung lagi, hari-hari jadinya dipandang dalam kacamata kerancuan penjudi ( gambler's fallacy ): semacam keyakinan bahwa kelak kita akan mengalami keberuntungan hanya karena telah...
(Artikel yang diturunkan dari Bandung Bergerak) Antara tanggal 9 hingga 14 Juni 2023, telah diadakan pameran berjudul Homage to Setiawan Sabana: Nusantara dan Setiawan Sabana di Exhibition Hall Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Pameran yang diselenggarakan oleh FSRD Maranatha bekerjasama dengan Kampus Merdeka tersebut dilabeli pameran internasional yang melibatkan 122 seniman dari 12 negara. Sebelum membahas tentang pamerannya, penting kiranya untuk menjabarkan secara singkat tentang Setiawan Sabana, seniman yang namanya dijadikan penghormatan dalam pameran tersebut. Setiawan Sabana (SS) adalah seniman asal Bandung yang lahir 10 Mei 1951 dan wafat 27 April 2023 lalu. SS mengabdikan dirinya di dunia seni rupa sebagai akademisi di FSRD ITB dan seniman dengan proyek karya difokuskan pada grafis dengan kertas sebagai mediumnya. Sebagai seniman, SS aktif berpameran baik di dalam maupun di luar negeri. Di Indonesia, SS pernah beberapa kali berpameran tunggal termasuk...