Pasca pertandingan perempat final Inggris lawan Norwegia, striker Alexander Sørloth dihujat netizen karena tidak mengoper bola ke Erling Haaland di momen krusial. Akibat keputusannya mendribel bola sendirian sampai akhirnya dipatahkan John Stones, Norwegia gagal menggandakan keunggulan. Sekitar tujuh menit kemudian, skor pun berhasil disamakan oleh Jude Bellingham. Kita tahu ujung ceritanya: perjalanan Norwegia yang epik di Piala Dunia berakhir setelah Bellingham kembali mencetak gol di masa perpanjangan waktu. Norwegia kalah 1-2. Penampilan Haaland berakhir antiklimaks, Sørloth jadi kambing hitamnya. Saya tiba-tiba ingat Piala Dunia 1998 ketika Inggris disingkirkan Argentina di babak enam belas besar. Paul Ince dan David Batty gagal mencetak gol saat adu penalti, tetapi orang yang paling disalahkan adalah David Beckham. Alasannya, Beckham dikartu merah karena dianggap menendang Diego Simeone. Daily Mirror, salah satu media di Inggris, menulis headline besar-besar: " 10 ...
22 Ramadhan 1433 H
The Hidden Fortress –atau dalam versi Jepang disebut dengan Kakushi Toride no San Akunin- adalah
film yang digarap oleh sutradara legendaris Jepang, Akira
Kurosawa. The Hidden Fortress dibuat
empat tahun setelah Kurosawa membuat salah satu filmnya yang terkenal, Seven Samurai. Film ini diakui George
Lucas sebagai inspirasi terbesarnya dalam melahirkan salah satu film paling epik
dalam sejarah Hollywood:
Star Wars.
Pembukaan film berdurasi 139
menit ini mengingatkan pada bagian awal Star
Wars IV: A New Hope yakni dua robot bernama C-3PO dan R2-D2
yang sedang berbincang sambil berjalan di tengah gurun. Di The Hidden Fortress, yang tengah bercakap-cakap adalah dua petani bernama Tahei (Minoru Chiaki) dan Matasichi (Kamatari
Fujiwara). Kedua petani yang sering tidak akur ini, menemukan emas secara tidak
sengaja di dekat sungai. Penemuan emas itu diketahui oleh seorang samurai
ternama, Rokurota Makabe (Toshiro
Mofune) yang juga merupakan
pengawal dari Putri Yuki (Misa Uehara) dari keluarga Akizuki.
Emas tersebut sangat penting bagi
keluarga Akizuki dan harus diantarkan ke istana mereka segera. Rokurota tidak
membiarkan dua petani tersebut pergi, ia mengajak Tahei dan Matasichi agar
keduanya tidak membocorkan rahasia penting ini ke orang luar. Petualangan mengantar emas ke
istana inilah yang sangat menarik sekaligus mendebarkan. Pergulatan seru antara
keberanian Rokurota dengan kebodohan kedua petani yang sering tergoda untuk
kabur dan membawa emas.
Film ini menyuguhkan banyak
adegan seru yang ditopang sinematografi luar biasa. Contohnya adalah ketika
Rokurota mengejar tentara musuh dengan kuda. Untuk ukuran teknologi tahun
1950-an, Kurosawa berhasil menyuguhkan suatu teknik pengambilan gambar sekaligus
montage yang dahsyat –membuat
penonton merasa berada di atas laju derap kuda yang mengikuti aksi Rokurota-. The Hidden Fortress juga penuh kandungan filosofis, misalnya ketika Putri Yuki
menyanyikan kembali lagu yang ia dengarkan pada Festival
Api. Lirik lagu tersebut menggetarkan, mengandung pesan kehidupan yang
mendalam. Selain itu, music scoring
yang digarap oleh Masaru Sato pun begitu berhasil menopang adegan sehingga
kokoh dan berkesan. Meski pada mulanya didominasi terlalu banyak dialog, namun
film ini bisa dibilang sempurna. Film The
Hidden Fortress adalah seperti harta karun keluarga Akizuki: Bernilai tinggi –harus
ditemukan dan apresiasi bagi siapapun pecinta film berkualitas-.
Rekomendasi: Bintang Lima
Comments
Post a Comment