Oh, selama saya masih membayangkan hal-hal menyenangkan di waktu kelak, atau berkubang dalam perandaian di masa lalu, kelihatannya susah untuk menjadi bahagia. Saya pernah bercita-cita: mulai usia empat puluh mau hidup santai, berharap uang dari menjadi pembicara atau royalti buku. Kenyataannya begini: usia empat puluh malah kena cancel , buku-buku ditarik semua, tidak ada lagi undangan menjadi pembicara. Namun soal masa lalu, memang saya tak pernah sering-sering menyesali. Ini saya pelajari dari buku Musashi , untuk tak pernah meratapi masa lalu. Karena setelah dipikir-pikir, berandai soal masa lalu itu sungguh tak berguna. Kita menganggap kejadian yang kita alami sekarang (Y), adalah akibat dari suatu perbuatan (X) di masa lalu. Berandai-andai artinya, membayangkan bahwa jika X tak pernah terjadi, maka Y juga tidak akan pernah terjadi. Pertanyaannya, benarkah X adalah penyebab tunggal dalam terjadinya Y? Benarkah jika X tidak ada, Y benar-benar tidak ada? Sebagai contoh, andai s...
Spartacus dalam film yang digarap oleh sutradara Stanley Kubrick ini, memang diangkat dari kisah nyata, tentang seseorang bernama Spartacus. Tapi kenyataannya, tidak ada sejarah yang sedemikian akurat dalam menggambarkan gerak-gerik Spartacus sesungguhnya. Film berdurasi tiga jam lima belas menit ini, mengisahkan tentang seorang budak bernama Spartacus yang berjuang mendapatkan kemerdekaannya. Perjuangannya "kebablasan", ia tak cuma membebaskan diri, tapi membebaskan ribuan budak lainnya untuk kemudian memancing penguasa Romawi untuk bertempur secara terbuka. Diperankan oleh Kirk Douglas, tokoh Spartacus disini sungguh mengundang simpati dari sejak awal. Ia pemberontak tapi juga lemah lembut di hadapan wanita bernama Varinia. Ia pemberani namun matanya berubah berkaca jika berbicara pada ribuan budak yang hendak bertempur. Film Spartacus memang terlihat sekali seperti film berbujet tinggi. Memang iya, konon biaya pembuatannya mencapai dua belas juta dollar, plus figuran ...