Oh, selama saya masih membayangkan hal-hal menyenangkan di waktu kelak, atau berkubang dalam perandaian di masa lalu, kelihatannya susah untuk menjadi bahagia. Saya pernah bercita-cita: mulai usia empat puluh mau hidup santai, berharap uang dari menjadi pembicara atau royalti buku. Kenyataannya begini: usia empat puluh malah kena cancel , buku-buku ditarik semua, tidak ada lagi undangan menjadi pembicara. Namun soal masa lalu, memang saya tak pernah sering-sering menyesali. Ini saya pelajari dari buku Musashi , untuk tak pernah meratapi masa lalu. Karena setelah dipikir-pikir, berandai soal masa lalu itu sungguh tak berguna. Kita menganggap kejadian yang kita alami sekarang (Y), adalah akibat dari suatu perbuatan (X) di masa lalu. Berandai-andai artinya, membayangkan bahwa jika X tak pernah terjadi, maka Y juga tidak akan pernah terjadi. Pertanyaannya, benarkah X adalah penyebab tunggal dalam terjadinya Y? Benarkah jika X tidak ada, Y benar-benar tidak ada? Sebagai contoh, andai s...
11 Ramadhan 1433 H The Tree of Life adalah film eksperimental yang digarap oleh Terrence Malick. Film ini, meski berkisah tentang konflik keluarga, namun Malick tidak melihatnya dalam kacamata sempit keluarga itu sendiri. Ia mengajak penonton untuk melihat konflik tersebut dengan cara pandang mahaluas: Dari sudut pandang penciptaan alam semesta dan evolusi. Sudut-sudut pengambilan gambarnya pun menarik dan tak biasa. The Tree of Life dimulai dengan flashback masa kecil Jack (Sean Penn) ketika ia masih bersama orangtuanya di Texas. Jack mempunyai dua orang adik dan orangtua yang mempunyai karakter ayah dan ibu pada umumnya. Sang ayah, Mr. O’Brien (Brad Pitt) adalah tipikal ayah yang keras, yang melihat dunia si anak kelak akan menjadi dunia yang korup dan menyedihkan. Sehingga Mr. O’Brien lebih membiasakan anak-anaknya untuk mandiri dan disiplin. Sedangkan sang ibu, Mrs. O’Brien (Jessica Chastain) melihat anak-anaknya sebagai berkah, yang harus dijaga, yang mesti mend...