Skip to main content

Posts

Showing posts from 2026

Mengajar Kembali

Setelah dua tahun tidak ada kegiatan mengajar akibat kena cancel , akhirnya saya dapat kesempatan mengajar lagi. Situasinya memang sudah sangat berbeda. Dulu mengajar di kampus, kelas-kelas di ruang publik, dan platform Zoom untuk umum, sekarang privat online untuk satu orang. Pada murid privat bernama Zam Zam tersebut, saya minta izin supaya partner saya, Nadya, dibolehkan untuk ikut kelas. Alasannya, pertama, supaya Nadya mendapat semangat belajar kembali dan kedua, ya supaya kelas agak lebih ramai saja. Syukurlah, Zam Zam membolehkan.  Kelas apa gerangan yang saya berikan untuk privat daring itu? Menariknya, Zam Zam, yang sebentar lagi skripsi double degree untuk bidang psikologi Islam dan pendidikan Islam, ingin semacam bimbingan penelitian. Akhirnya saya berikan materi tentang filsafat ilmu dan metodologi penelitian untuk tiga pertemuan dalam seminggu dan ini akan dilakukan entah hingga berapa bulan ke depan. Yang pasti, Zam Zam baru akan mengerjakan skripsi secara resmi seki...

Mengajar Kembali

Setelah dua tahun tidak ada kegiatan mengajar akibat kena cancel , akhirnya saya dapat kesempatan mengajar lagi. Situasinya memang sudah sangat berbeda. Dulu mengajar di kampus, kelas-kelas di ruang publik, dan platform Zoom untuk umum, sekarang privat online untuk satu orang. Pada murid privat bernama Zam Zam tersebut, saya minta izin supaya partner saya, Nadya, dibolehkan untuk ikut kelas. Alasannya, pertama, supaya Nadya mendapat semangat belajar kembali dan kedua, ya supaya kelas agak lebih ramai saja. Syukurlah, Zam Zam membolehkan.  Kelas apa gerangan yang saya berikan untuk privat daring itu? Menariknya, Zam Zam, yang sebentar lagi skripsi double degree untuk bidang psikologi Islam dan pendidikan Islam, ingin semacam bimbingan penelitian. Akhirnya saya berikan materi tentang filsafat ilmu dan metodologi penelitian untuk tiga pertemuan dalam seminggu dan ini akan dilakukan entah hingga berapa bulan ke depan. Yang pasti, Zam Zam baru akan mengerjakan skripsi secara resmi seki...

Tentang Makan Malam Kami

Makan malam kami 9 April kemarin terasa spesial. Selain karena diadakan dalam rangka ulang tahun Nadya, juga karena restorannya istimewa. Namanya AOM Steak House di Pasirkaliki. Bukan tipe restoran dengan harga yang bisa kami jangkau sehari-hari. Saat kami masuk, kami disambut musik live dengan genre jazz. Ada kontrabas di sana, tapi ternyata cuma pajangan karena pemain basnya lebih memilih pake bas elektrik. Saya dan Nadya duduk persis di depan band nya, kami duduk sebelahan karena memang format duduknya seperti itu (hal yang sebenarnya Nadya jarang mau lakukan karena katanya suka kagok kalau makan). Cahayanya temaram, bikin tidak banyak hal yang harus dilihat di tempat itu kecuali antara kita sendiri, meja makan, dan band di hadapan.  Nadya memesankan makanan, dua menu pembuka, saya lupa namanya. Minumnya teh dan jus. Setelah itu menu utama, Nadya steak, saya spaghetti. Sebelum mulai makan menu utama, saya memberikannya rangkaian mawar merah. Dia tahu aku akan memberikan itu, tap...

Menjadi Caregiver

Bulan Juli 2025, Nadya, pasangan saya, divonis mengalami depresi. Klaim ini bukan muncul dari pengakuannya semata, melainkan berdasarkan diagnosis profesional dari psikiater. Sebelumnya saya sempat cukup skeptis terhadap berbagai klaim gangguan kejiwaan, karena tidak jarang orang mengaku mengalami depresi tanpa pemeriksaan ahli (“saya depresi loh”). Menurut saya, pengakuan tanpa dasar medis seperti itulah yang perlahan merusak pemahaman publik tentang depresi. Padahal depresi merupakan persoalan serius dan tidak semestinya diklaim begitu saja hanya berdasarkan gejala yang dirasakan secara subjektif.  Dengan vonis tersebut, akhirnya saya memposisikan diri sebagai caregiver atau orang yang merawat Nadya. Kondisinya itu membuat Nadya belum memungkinkan untuk bekerja kantoran, kena tekanan berat, dan berada dalam kerumunan. Kami akhirnya memutuskan untuk berdagang kuliner (ayam crispy), dengan harapan Nadya sebagai owner bisa mengatur waktu kapanpun untuk beristirahat karena saya yan...

Berdagang Ayam Crispy

Sejak akhir Desember 2025 kemarin, Nadya dan saya memutuskan untuk berdagang. Kapok dengan dagang roti tahun 2024 yang kurang laku, akhirnya kami memutuskan berdagang yang "aman-aman saja" yaitu ayam crispy. Ayam crispy ini kami beli lisensi atau franchise saja supaya tidak ribet. Bahan-bahan sudah ada, kami tinggal masak. Nama produknya Pride Chicken. Setelah survei sana-sini, kami memutuskan untuk menyewa tempat di daerah Ujungberung. Wilayah yang sebenarnya jauh dari lokasi kediaman kami, tetapi tidak apa-apa, siapa tahu hoki kami ada di sana.  Singkat cerita, saya mengikuti training sekitar empat hari sebelum akhirnya pihak Pride Chicken mengirimkan gerobak ke lokasi tempat kami berjualan. Seminggu awal, saya kuat berjualan sendirian. Saya menggoreng ayam, melayani pembeli, dan beres-beres. Namun lama kelamaan, badan ini remuk juga. Apalagi untuk sampai ke lokasi jualan, perlu sambung menyambung ojek baik online maupun offline .  Akhirnya kami memutuskan merekrut pegaw...