Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2016

Tentang Menerima Kehidupan

Oh, selama saya masih membayangkan hal-hal menyenangkan di waktu kelak, atau berkubang dalam perandaian di masa lalu, kelihatannya susah untuk menjadi bahagia. Saya pernah bercita-cita: mulai usia empat puluh mau hidup santai, berharap uang dari menjadi pembicara atau royalti buku. Kenyataannya begini: usia empat puluh malah kena cancel , buku-buku ditarik semua, tidak ada lagi undangan menjadi pembicara. Namun soal masa lalu, memang saya tak pernah sering-sering menyesali. Ini saya pelajari dari buku Musashi , untuk tak pernah meratapi masa lalu.  Karena setelah dipikir-pikir, berandai soal masa lalu itu sungguh tak berguna. Kita menganggap kejadian yang kita alami sekarang (Y), adalah akibat dari suatu perbuatan (X) di masa lalu. Berandai-andai artinya, membayangkan bahwa jika X tak pernah terjadi, maka Y juga tidak akan pernah terjadi. Pertanyaannya, benarkah X adalah penyebab tunggal dalam terjadinya Y? Benarkah jika X tidak ada, Y benar-benar tidak ada? Sebagai contoh, andai s...

Pekerjaan Rumah

  Dari mulai tanggal 23 Desember 2015 hingga 2 Januari 2016 kemarin, saya ditinggal sendirian di rumah. Istri dan anak berlibur ke Jakarta. Meski demikian, tinggal sendiri ini bukan semata-mata karena keterpaksaan. Saya pribadi memilih untuk sendirian, alih-alih tidur di rumah orangtua yang jelas lebih nyaman dan tak perlu memikirkan kebersihan, kunci-kunci, lampu-lampu, makan pagi hingga malam, dan sebagainya. Mengapa saya memilih untuk sendirian? Alasannya sederhana -tapi bisa juga dikatakan rumit-: Saya ingin merasakan mengurus rumah seorang diri. Semoga dengan demikian, bisa timbul empati pada istri yang sehari-hari memang memfokuskan kegiatannya pada pekerjaan rumah tangga. Ternyata memang saya rasakan pekerjaan rumah ini sungguh tidak ada habisnya. Sebelum tidur harus menutup korden, menyalakan lampu, dan memastikan pintu terkunci. Bangun tidur, saya harus melakukan hal yang sebaliknya. Perut lapar, hidangan tidak langsung terhidang. Saya harus menanak nasi, menyiapkan wa...