Skip to main content

Mengajar Kembali

Setelah dua tahun tidak ada kegiatan mengajar akibat kena cancel , akhirnya saya dapat kesempatan mengajar lagi. Situasinya memang sudah sangat berbeda. Dulu mengajar di kampus, kelas-kelas di ruang publik, dan platform Zoom untuk umum, sekarang privat online untuk satu orang. Pada murid privat bernama Zam Zam tersebut, saya minta izin supaya partner saya, Nadya, dibolehkan untuk ikut kelas. Alasannya, pertama, supaya Nadya mendapat semangat belajar kembali dan kedua, ya supaya kelas agak lebih ramai saja. Syukurlah, Zam Zam membolehkan.  Kelas apa gerangan yang saya berikan untuk privat daring itu? Menariknya, Zam Zam, yang sebentar lagi skripsi double degree untuk bidang psikologi Islam dan pendidikan Islam, ingin semacam bimbingan penelitian. Akhirnya saya berikan materi tentang filsafat ilmu dan metodologi penelitian untuk tiga pertemuan dalam seminggu dan ini akan dilakukan entah hingga berapa bulan ke depan. Yang pasti, Zam Zam baru akan mengerjakan skripsi secara resmi seki...

30hari30film: Vanishing Point (1971)

19 Ramadhan 1433 H


Vanishing Point adalah film garapan Richard Sarafian yang berkisah tentang perjalanan seorang pengendara bernama Kowalski (Berry Newman). Kowalski adalah veteran perang Vietnam, eks pembalap, yang mengemudikan mobil Dodge Challenger secara kencang di sepanjang jalan wilayah Amerika bagian barat daya seputar Nevada. Vanishing Point dikatakan sebagai film yang menjadi favorit Steven Spielberg. Film ini juga menjadi inspirasi bagi Quentin Tarantino dalam filmnya, Death Proof.

Pertanyaan kemana Kowalski akan pergi mengendarai mobilnya adalah pertanyaan yang paling menarik. Karena kepergian Kowalski adalah tak bertujuan. Satu-satunya yang mungkin bisa dijadikan acuan tujuan Kowalski pergi adalah mengantarkan mobil Dodge Challenger ini ke San Francisco. Namun kenyataannya, ia hanya memacu kencang mobilnya berputar-putar, menembus gurun, dan mendapati dirinya berpetualang melawan polisi, pembalap lain, dan penodong homoseksual. Semangat kebebasan Kowalski ini mendapat dukungan spiritual yang aneh dari seorang penyiar radio bernama Super Soul (Cleavon Little). Super Soul, melalui siaran radio, kerapkali berbicara secara pribadi pada sang pengendara, mengatakan bahaya apa yang mengancamnya di depan. 

Vanishing Point adalah film yang mengambil semangat kaum hippies yang cinta kebebasan dan menolak nilai-nilai Amerika yang konvensional. Kowalski adalah representasi menarik dari seorang hippies (meski secara penampilan, Kowalski sama sekali tidak mengindentifikasikan hal tersebut), ia bebas, tak bertujuan, dan mengelabui kekuasaan dengan cara-cara yang heroik -yang kata salah seorang tokoh dalam film tersebut yang tidak disebutkan namanya (diperankan oleh Dean Jagger), "The best way to get away is to root right where you are."- Film ini, jika nanti menyaksikan ending-nya, maka akan terasa sekali bahwa ini "bukan film biasa" dan ternyata mengandung pesan eksistensialisme cukup kuat (macam Taxi Driver-nya Martin Scorsese). Sangat direkomendasikan bagi mereka yang suka film-film cult yang absurd namun dibaliknya punya pesan mendalam -kadang bukan disebabkan perasaan menggugahnya, tapi justru oleh sebab rasa heran dan sedikit eneg-.

Rekomendasi: Bintang Empat Setengah

Comments

Popular posts from this blog

Makanya, Mikir! (2025): Cara Populer Menghidupkan Neoliberalisme Intelektual dan "Filsafat Babi"

Makanya, Mikir! karya Cania Citta dan Abigail Limuria telah menjadi salah satu buku nonfiksi yang paling disukai oleh pembaca muda dalam beberapa bulan terakhir. Semangat logika, rasionalitas, dan berpikir kritis adalah pilar dalam buku ini. Sebuah seruan yang menyejukkan di tengah wacana publik yang penuh dengan perselisihan politik dan emosi. Namun, di balik ajakan yang baik itu, ada masalah: buku yang menyerukan ajakan “berpikir kritis” ini justru hampir tak pernah menjadi objek pikiran kritis itu sendiri.  Penerimaannya di tempat umum menunjukkan paradoks yang menarik. Buku ini segera disambut sebagai bacaan yang cerdas tanpa perlu diuji berkat branding intelektual para penulisnya, dua figur yang terkenal di media sosial karena sikap rasional dan ilmiah mereka. Ulasan di toko buku online dan media sosial nyaris semuanya memuji. Di sinilah ironi itu muncul: sebuah buku yang mengajak untuk tidak mudah percaya , justru diterima karena kepercayaan penuh terhadap otoritas...

Komentar atas Madilog (Bab Pendahuluan)

Mokojobi, 15-6-2602. tanggal opisil kini, waktu saya menulis “Madilog’’. Dalam perhitungan “tuan’’ yang sekarang sedang jatuh dari tahta pemerintahan Indonesia itu bersamaan dengan Donderdag Juli 15, 1942. Murid bangsa Indonesia yang bersekolah Arab dekat tempat saya menulis ini, menarikkan pada hari kamis, bulan Radjab 30, 1362. Semua itu memberi gambaran, bahwa Indonesia sebenarnya belum bertanggal berumur sendiri. Indonesia tulen belum timbul dari tenggelamnya berabad-abad itu. Bagian pendahuluan Madilog menunjukkan bagaimana Tan Malaka menulis dengan kesadaran simbolik tentang keadaan bangsa yang belum merdeka. Ia menuliskan tanggal menurut tiga sistem yaitu Jepang, Eropa (Gregorian), dan Hijriah untuk menunjukkan bahwa Indonesia belum memiliki “waktu” dan identitasnya sendiri. Artinya, bangsa ini belum berdiri sebagai subjek sejarah yang otonom; masih bergantung pada sistem dan penanggalan asing. Dengan cara ini, Tan Malaka menyindir kondisi kolonial dan menggugah kesadaran tent...

Apa yang Sedang Dikerjakan Martin Suryajaya dalam Principia Logica?

Buku Principia Logica (2022) terbitan Gang Kabel adalah perluasan disertasi Martin Suryajaya yang berhasil dipertahankan akhir tahun 2021 demi mendapatkan gelar doktor filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Buku tersebut tampak “angker” kemungkinan atas dua alasan: tebalnya yang mencapai delapan ratus-an halaman (dua kali lipat disertasi Martin) dan juga judulnya. Judul tersebut mengandung kata “logica”, yang bisa terbayang isinya adalah tentang logika, tetapi lebih dari itu, logika yang dibahas adalah hal-hal prinsipilnya (“ principia ”). Mengapa menakutkan? Logika sendiri sudah dipandang sebagai hal prinsipil dalam berpikir, sementara yang akan dibahas Martin adalah hal prinsipil yang melandasi logika, sehingga tergambar bahwa isinya adalah: hal prinsipil tentang hal prinsipil .  Atas dasar itu, saya merasa perlu untuk membacanya sampai tuntas dan menuliskan kembali dalam suasana yang “tidak terlalu angker”, supaya setidaknya para pembaca yang kurang familiar dengan t...