Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2011

Sørloth

Pasca pertandingan perempat final Inggris lawan Norwegia, striker Alexander Sørloth dihujat netizen karena tidak mengoper bola ke Erling Haaland di momen krusial. Akibat keputusannya mendribel bola sendirian sampai akhirnya dipatahkan John Stones, Norwegia gagal menggandakan keunggulan. Sekitar tujuh menit kemudian, skor pun berhasil disamakan oleh Jude Bellingham. Kita tahu ujung ceritanya: perjalanan Norwegia yang epik di Piala Dunia berakhir setelah Bellingham kembali mencetak gol di masa perpanjangan waktu. Norwegia kalah 1-2. Penampilan Haaland berakhir antiklimaks, Sørloth jadi kambing hitamnya.  Saya tiba-tiba ingat Piala Dunia 1998 ketika Inggris disingkirkan Argentina di babak enam belas besar. Paul Ince dan David Batty gagal mencetak gol saat adu penalti, tetapi orang yang paling disalahkan adalah David Beckham. Alasannya, Beckham dikartu merah karena dianggap menendang Diego Simeone. Daily Mirror, salah satu media di Inggris, menulis headline besar-besar: " 10 ...

Muara Filsafat

Hari Minggu adalah jadwal saya mengajar di sebuah pesantren di kawasan Cijawura. Apa yang saya ajarkan sesungguhnya bertajuk awal "Gitar Klasik". Namun melihat animo yang cukup besar (ini adalah semacam kelas ekstrakurikuler yang siswa boleh memilih secara sukarela), saya memutuskan untuk mengganti tajuknya menjadi kelas "Musik" saja. Masalahnya, dua puluh orang anak jika diajari gitar klasik secara detail akan cukup repot. Belum pertimbangan bahwa banyak diantaranya tidak mempunyai gitar, dan juga kemampuan dasarnya tidak sama. Atas dasar siswa yang cukup banyak itu, akhirnya saya bagi menjadi empat kelompok dengan masing-masing lima orang. Masing-masing kelompok diharuskan berkreasi sendiri, menampilkan suatu lagu bebas dalam format akustik. Tentu saja atas nama keadilan, pria wanita bercampur baur di sana. Singkat cerita, akhirnya saya menyuruh masing-masing kelompok untuk maju ke depan, menampilkan kreasinya. Namun ekspektasi saya terhenti karena sekelompok pe...

My Immortal Beloved

                                                           Hujan Alpukat Dosa Progo Indra Terlambat Kuning                              Nat King Cole                                             Skripsi Biru                         ...

Tuhan Telah Mati, Kita Semua yang Membunuhnya

  Tuhan telah mati, dalam doa bersama menjelang UN Dibinasakanlah sifat ia yang Maha Baik Menjadi baik untuk kelompok tertentu atas tujuan yang sempit Tuhan telah mati, dalam ormas yang menghancurkan diskotik Dibinasakanlah sifat ia yang Maha Memerintah Titahnya telah dikudeta oleh gerombolan manusia Tuhan telah mati, oleh pedang prajurit Perang Salib Dibinasakanlah sifat ia yang Maha Esa Karena masing-masing kubu merasa punya Satu untuk dibela Tuhan telah mati, oleh suasana Ramadhan di sekeliling kita Dibinasakanlah sifat ia yang Maha Luas Menjadi sekedar acara televisi dan korden yang menutup jendela rumah makan Tuhan telah mati, oleh pisau bernama BA-HA-SA Ia tidak lagi meliputi seluruh keadaan Tapi disempitkan oleh nama dan sesosok persona nun jauh di sana O, Tuhan telah mati, kita semua yang membunuhnya!