Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2025

Perkara Hari Untung dan Hari Rugi

Nadya adalah seorang pesimistis yang memandang hari-hari adalah selalu sial baginya. Pandangan semacam ini lumrah saja, dan mungkin gak cuma Nadya, banyak orang juga berpandangan seperti ini. Saya mungkin gak gitu-gitu amat. Kadang ada hari baik, ada hari buruk, tapi secara umum saya adalah orang yang lumayan optimis dalam menghadapi hari-hari. Sampai suatu hari saya pikir cara berpikir Nadya ini agak berbahaya juga, dalam artian, okelah, menganggap hari-hari itu sial boleh saja sebagai mekanisme pertahanan diri, supaya psikis ini senantiasa siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang datang setiap harinya.  Tapi setelah direnungkan sungguh-sungguh, kalau kita memandang hari itu ada hari untung, ada hari rugi, seperti misal: kemarin hari-hariku beruntung, hari ini rugi, berarti mungkin besok untung lagi, hari-hari jadinya dipandang dalam kacamata kerancuan penjudi ( gambler's fallacy ): semacam keyakinan bahwa kelak kita akan mengalami keberuntungan hanya karena telah...

Tentang Jiwa-Jiwa yang Indah

Setelah melihat lebih banyak jenis manusia dalam hidup ini, saya semakin yakin tentang satu kategori bernama manusia dengan "jiwa yang indah" ( beautiful soul ). Manusia dengan jiwa yang indah ini cenderung Kantian, dalam artian patuh mengikuti aturan atas kesadaran dan hati nuraninya sendiri, bukan atas desakan atau mempertimbangkan keuntungan tertentu. Seseorang dengan jiwa yang indah tidak akan mencari profit dengan cara yang problematik seperti korupsi, menerima suap, atau memakan riba. Orang dengan jiwa yang indah merasa tenang dengan berpegang pada prinsip yang diyakininya, meski prinsip tersebut membuatnya miskin dan sengsara. Hal yang agak mencolok pada orang dengan jiwa yang indah ini - dan menjadi alasan mengapa ia dikatakan demikian - adalah keengganannya untuk bergulat dengan persoalan struktural yang kompleks karena yang menjadi pegangan utamanya adalah keluhuran moral. Terhadap nasib-nasib yang buruk, orang-orang dengan jiwa yang indah akan menilainya sebagai ke...

Tentang Perempuan Bernama NK

Pada tanggal 21 Agustus 2024, seorang perempuan, mantan mahasiswi, menjangkau saya via DM Instagram untuk mengucapkan simpati atas hal yang menimpa saya. Singkat cerita, kami berbincang di Whatsapp dan janjian untuk berjumpa tanggal 6 September 2024 di Jalan Braga. Tidak ada hal yang istimewa. Dia sudah punya pacar dan juga memiliki mungkin belasan teman kencan hasil bermain dating apps .  NK baru saja bercerai dengan membawa satu anak lelaki. Dia adalah mahasiswi yang saya ajar pada sekitar tahun 2016 di sebuah kampus swasta. Dulu saya tidak punya perhatian khusus pada NK karena ya saya anggap seperti mahasiswa yang lainnya saja. Namun belakangan memang dia tampak lebih bersinar karena perawatan diri yang sepertinya intensif. Selain itu, bubarnya pernikahan selama sebelas tahun membuatnya lebih bebas dan bahagia. Sejak pertemuan di Jalan Braga itu, saya tertarik pada NK. Tentu saja NK tidak tertarik pada saya, yang di bulan-bulan itu masih tampak berantakan dan tak stabil (fisik, ...

Well-Being dan Kelas Sosial

Setelah menjalani program harian dari RS selama lebih dari dua minggu, saya juga sekaligus mendapat pandangan darinya berkenaan dengan yoga, jurnal rasa syukur, dan hal-hal yang berhubungan dengan ketenangan batin atau well-being . Well-being memang bukan perkara perbaikan mental dan pola pikir saja, melainkan juga memerlukan latihan dan kedisiplinan tubuh tertentu. Mesti ada yang sekaligus dipraktikkan dalam rangka mencapai ketenangan batin tersebut.  Saya memang belum sampai pada latihan pernapasan, meditasi dan serangkaian penempaan tubuh lainnya. Saya baru sampai pada tahap berolahraga rutin dan bagi saya hal demikian sudah prestasi yang lumayan. Namun atas pandangan-pandangan RS, saya kemudian merenungkan apakah hal demikian, termasuk program harian yang tengah saya kerjakan ini, bertalian dengan kelas sosial tertentu, yang katakanlah, memiliki cukup punya akses terhadap pengetahuan dan memiliki waktu luang yang lumayan? Tanpa bermaksud merendahkan kelas sosial tertentu, dala...

Program Harian

Akhir Desember 2024, saya berjumpa dengan kawan bernama RS. Setelah ngobrol cukup lama, RS menawarkan semacam program-perbaikan-gaya-hidup terutama terkait konsumsi makanan dan olahraga rutin. Sebenarnya saya cukup akrab dengan disiplin-disiplin semacam itu. Tahun 2017, saya pernah diet keto selama sekitar dua minggu dan berat badan berhasil turun secara drastis. Sejak kena cancel sekitar delapan bulan lalu, memang saya tidak pernah secara intens memperhatikan diri sendiri. Makan bebas saja yang penting makan. Olahraga sesekali saja, itupun kalau ingat.  Pertimbangan RS tidak cuma kesehatan fisik, melainkan juga mental dan ujungnya bisa jadi spiritual. Problem yang saya alami tidak mudah untuk dilewati hanya dengan perbaikan-perbaikan pada pikiran, tapi juga mulai dari disiplin tubuh. Saya setuju dan mengikuti program yang diberikan RS. Kata RS, pelan-pelan saja, baby step . Tidak usah langsung berubah secara drastis.  Program tersebut mengharuskan saya untuk tidak menyentuh ...

Seperti Hewan, Seperti Mesin

Ilustrasi dihasilkan oleh AI Ada macam-macam pengandaian untuk manusia tertentu yang dianggap tak-lagi-seperti-manusia. Dalam sebuah pertarungan UFC (contoh ini dipilih karena saya sering menontonnya di Youtube), misalnya, seorang petarung yang begitu ganas dalam melancarkan pukulan dan bantingan bisa diibaratkan oleh komentator "seperti hewan". Mungkin karena petarung tersebut begitu "kehilangan akal", memanfaatkan hanya nalurinya untuk menerkam, memanfaatkan seluruh tubuhnya untuk menghabisi mangsa.  Ada juga perandaian lain yang non-manusia, yaitu mesin. Menyebut manusia sebagai mesin sama-sama memperlihatkan "kehilangan akal", tetapi lebih menunjuk pada suatu gerakan otomat, kadang repetitif, yang kelihatannya bisa dilakukan berulang-ulang tanpa mengenal rasa lelah. Mungkin bisa dibayangkan pada Cristiano Ronaldo muda yang larinya begitu kencang atau petinju yang bisa menghujamkan pukulan terus menerus seolah-olah dia diprogram demikian.  Tubuh adalah ...