Nadya adalah seorang pesimistis yang memandang hari-hari adalah selalu sial baginya. Pandangan semacam ini lumrah saja, dan mungkin gak cuma Nadya, banyak orang juga berpandangan seperti ini. Saya mungkin gak gitu-gitu amat. Kadang ada hari baik, ada hari buruk, tapi secara umum saya adalah orang yang lumayan optimis dalam menghadapi hari-hari. Sampai suatu hari saya pikir cara berpikir Nadya ini agak berbahaya juga, dalam artian, okelah, menganggap hari-hari itu sial boleh saja sebagai mekanisme pertahanan diri, supaya psikis ini senantiasa siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang datang setiap harinya. Tapi setelah direnungkan sungguh-sungguh, kalau kita memandang hari itu ada hari untung, ada hari rugi, seperti misal: kemarin hari-hariku beruntung, hari ini rugi, berarti mungkin besok untung lagi, hari-hari jadinya dipandang dalam kacamata kerancuan penjudi ( gambler's fallacy ): semacam keyakinan bahwa kelak kita akan mengalami keberuntungan hanya karena telah...
Tulisan suplemen untuk acara Pesta Pinggiran di Taman Ismail Marzuki, 25 November 2023 Tesis pertama: Filsafat Melahirkan Orang-Orang Menyebalkan Dalam Apology , disebutkan bahwa tugas filsafat adalah “menyengat kuda besar yang pemalas”. Sengatan Sokrates itulah yang membuat dirinya dibenci oleh sebagian warga Athena. Alasan Sokrates dihukum mati memang karena “menyebarkan pengaruh buruk bagi generasi muda”, tetapi mengacu pada perilakunya yang sering kepo pada orang-orang, sangat mungkin Sokrates dilaporkan karena “menyebalkan”. Cara Sokrates mengajukan pertanyaan memang di satu sisi, kelihatan berpura-pura tidak tahu, tetapi di sisi lain, ada unsur jebakan: membuat lawan bicaranya terpojok pada maksud yang diinginkan oleh Sokrates. Masih dari skena Yunani Kuno, nama Aristoteles tentu sangat familiar. Terdapat pernyataan terkenal Aristoteles yang diparafrasekan dari Nichomachean Ethics yang bunyinya seperti ini: Amicus Plato, sed magis amica veritas (Plato ad...