Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2017

Perkara Hari Untung dan Hari Rugi

Nadya adalah seorang pesimistis yang memandang hari-hari adalah selalu sial baginya. Pandangan semacam ini lumrah saja, dan mungkin gak cuma Nadya, banyak orang juga berpandangan seperti ini. Saya mungkin gak gitu-gitu amat. Kadang ada hari baik, ada hari buruk, tapi secara umum saya adalah orang yang lumayan optimis dalam menghadapi hari-hari. Sampai suatu hari saya pikir cara berpikir Nadya ini agak berbahaya juga, dalam artian, okelah, menganggap hari-hari itu sial boleh saja sebagai mekanisme pertahanan diri, supaya psikis ini senantiasa siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang datang setiap harinya.  Tapi setelah direnungkan sungguh-sungguh, kalau kita memandang hari itu ada hari untung, ada hari rugi, seperti misal: kemarin hari-hariku beruntung, hari ini rugi, berarti mungkin besok untung lagi, hari-hari jadinya dipandang dalam kacamata kerancuan penjudi ( gambler's fallacy ): semacam keyakinan bahwa kelak kita akan mengalami keberuntungan hanya karena telah...

Pedagogi Literasi di Era Posmodernisme

  PEDAGOGI LITERASI DI ERA POSMODERNISME 1)  Syarif Maulana 2) Pada tahun 1996, seorang profesor matematika bernama Alan Sokal dari New York University memublikasikan artikel berjudul “ Transgressing the Boundaries: Towards a Transformative Hermeneutics of Quantum Gravity ” di jurnal ilmiah bernama Social Text yang fokus pada hal-hal terkait kajian budaya ( cultural studies ) dan posmodernisme. Setelah dipublikasikan, Sokal kemudian mengakui, “Artikel tersebut adalah mélange (percampuradukan) dari kebenaran, semi-kebenaran, seperempat-kebenaran, kebohongan, pernyataan-pernyataan tidak relevan, dan kalimat-kalimat tidak bermakna.” 3) Apa tujuan sang profesor melakukan hal tersebut? Katanya, kira-kira, sekadar menunjukkan bahwa posmodernisme menjadi istilah yang kerap menunjuk pada segala sesuatu yang tampak keren, tampak berbudaya, tampak ilmiah, padahal tidak ada maknanya sama sekali. Ia juga sekaligus menyerang para pemikir posmodern seperti Jacques Derrida, Jean-Fran...