Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2025

Mengajar Kembali

Setelah dua tahun tidak ada kegiatan mengajar akibat kena cancel , akhirnya saya dapat kesempatan mengajar lagi. Situasinya memang sudah sangat berbeda. Dulu mengajar di kampus, kelas-kelas di ruang publik, dan platform Zoom untuk umum, sekarang privat online untuk satu orang. Pada murid privat bernama Zam Zam tersebut, saya minta izin supaya partner saya, Nadya, dibolehkan untuk ikut kelas. Alasannya, pertama, supaya Nadya mendapat semangat belajar kembali dan kedua, ya supaya kelas agak lebih ramai saja. Syukurlah, Zam Zam membolehkan.  Kelas apa gerangan yang saya berikan untuk privat daring itu? Menariknya, Zam Zam, yang sebentar lagi skripsi double degree untuk bidang psikologi Islam dan pendidikan Islam, ingin semacam bimbingan penelitian. Akhirnya saya berikan materi tentang filsafat ilmu dan metodologi penelitian untuk tiga pertemuan dalam seminggu dan ini akan dilakukan entah hingga berapa bulan ke depan. Yang pasti, Zam Zam baru akan mengerjakan skripsi secara resmi seki...

Cerita Sahur untuk N #22

Cerita Sahur adalah kumpulan e-mail pribadi yang dikirimkan pada kekasih saya, N, setiap harinya selama Ramadhan 2025. Beberapa diantaranya diunggah di blog atas seizin N.   Selama kamu sakit kemarin-kemarin, aku total tiga kali pulang jalan kaki dari Cilentah ke Rebana selepas antar makanan. Jaraknya lumayan, mungkin hampir dua kilo, tapi entah rasanya ringan saja. Mungkin karena jalurnya lurus-lurus saja, atau karena jalan pulang memang selalu lebih ringan.  Pergi juga dalam waktu-waktu tertentu, sebenarnya ringan-ringan saja. Aku sering jalan kaki dari jam 6-an untuk jemput Baby O alias Si Bocil. Perasaanku juga ringan karena tahu Si Bocil akan mampu menyuntikkan keceriaan dalam waktu singkat perjalanan kami dari Cilentah ke Bhayangkari. Celotehannya yang ajaib selalu mampu meredakan segala keletihan, mengubahnya menjadi kebahagiaan.  Namun perginya aku untuk merawat N sedikit punya perasaan yang berbeda. Ada sense of emergency. Selain memang N yang sehat pun punya na...

Cerita Sahur untuk N #20

Cerita Sahur adalah kumpulan e-mail pribadi yang dikirimkan pada kekasih saya, N, setiap harinya selama Ramadhan 2025. Beberapa diantaranya  diunggah di blog atas seizin N.   Ini adalah surat imajiner untuk Kang D, mantan suami N: Kang D,  Kalau manggil A, rasanya terlalu akrab ya, soalnya kita belum pernah bertemu. Saya suka kepoin IG Akang, senang sekali melihatnya. Cita-cita saya juga ingin jadi musisi, Kang. Dulu pernah belajar gitar klasik dan jazz, tapi ya manggung seadanya saja, banyak yang jauh lebih jago, terutama anak-anak muda sekarang, hehehe. Jadi pas lihat Akang, wah keren sekali, bisa mengejar passion sampai ke Bali.  Kang D, ini N—yang biasa Akang panggil dengan apa ya—sekarang, Insya Allah, saya yang menjaganya. Akang bisa tenang mengejar cita-cita Akang. Walaupun hati N sudah banyak luka dari masa lalu, saya menerima segala kurang lebihnya. Saya pun bukan tanpa kesalahan. Pernah menikah dua kali, keduanya gagal, jadi sudah pasti pernah punya pengal...

Cerita Sahur untuk N #16

Cerita Sahur adalah kumpulan e-mail pribadi yang dikirimkan pada kekasih saya, N, setiap harinya selama Ramadhan 2025. Beberapa diantaranya diunggah di blog atas seizin N. Percakapan imajiner dengan O, putra N, ceritanya di suatu masa ketika dia mulai dewasa:  "O, gimana, kamu jadi kasih bunga dan kue untuk Haliza?"  "Iya, dia senang sekali! Katanya belum pernah ada laki-laki seperhatian ini sama dia."  "Oh ya?"  "Iya, tapi O gak percaya kata-kata nya. Kan dia habis jalan sama cowok. Mungkin dia katakan juga hal yang sama pada cowok itu."  "Mungkin saja, O, tapi mungkin juga dia sungguh-sungguh mengatakan hal demikian pada O." "Tapi, bagaimana kita tahu mana yang benar mana yang tidak, Om?"  "O, cinta bukan sains, kita tidak bisa membuktikannya secara pasti. Tapi karena tidak bisa dibuktikan sepenuhnya itu, kita kadang cuma bisa meyakininya."  "Gimana maksudnya, Om?"  "Kamu tahu, Mami adalah orang yan...

Cerita Sahur untuk N #3

Cerita Sahur adalah kumpulan e-mail pribadi yang dikirimkan pada kekasih saya, N, setiap harinya selama Ramadhan 2025. Beberapa diantaranya diunggah di blog atas seizin N.   N, kekasihku, Tapi apa itu cinta? Aku gak ngerti. Apa arti "aku mencintaimu"? Aku juga gak ngerti. Mungkin ungkapan2 seperti itu nyaris gak ada maknanya, sama seperti kita mengatakan "semua udah ada yang ngatur" atau "sabar nanti juga ada hikmahnya".  Dalam filsafat, pernyataan semacam demikian disebut pernyataan etis (bermuatan moral) atau bisa disebut juga pernyataan estetis (bermuatan keindahan) yang tidak punya truth value. Beda dengan pernyataan semacam "hari ini hujan" atau "di dompetku ada uang 5000" punya truth value karena bisa dicek kebenarannya.  Tapi, apakah sungguh2 pernyataan "aku mencintaimu" gak punya truth value?  Kita bisa artikan statement itu macam-macam:  aku mencintaimu = aku mau kita saling melengkapi dalam pelanggengan private prop...

Cerita Sahur untuk N #1

Cerita Sahur adalah kumpulan e-mail pribadi yang dikirimkan pada kekasih saya, N, setiap harinya selama Ramadhan 2025. Beberapa diantaranya diunggah di blog atas seizin N.   Hai, sayang, Ramadhan selalu b ajah buat kita yang enggak puasa, dan malah menyulitkan karena harus susulumputan. Tapi enggak bisa dipungkiri, bagi aku, mungkin bagi kamu juga, bahwa bulan puasa selalu menyimpan cerita, karena ritme hidup yang berbeda, dan ada hal-hal yang dipaksakan untuk menderita bersama (sahur, nahan laper), sehingga dalam arti tertentu yah, menjadi momen kedekatan bersama keluarga.  Tahun ini kita tanpa keluarga yah, kalau keluarga yang dimaksud adalah keluarga batih (nuclear family) yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Bulan puasa lalu aku sama P, tetapi umur pasangannya gak sampe lebaran. Aku menghabiskan malam takbiran di Ult bareng B dan J.  Tahun lalu kamu masih bareng A. Aku bisa membayangkan kamu pergi kerja, pulang langsung nyiapin makan untuk Baby O dan suami, untuk l...