Setelah dua tahun tidak ada kegiatan mengajar akibat kena cancel , akhirnya saya dapat kesempatan mengajar lagi. Situasinya memang sudah sangat berbeda. Dulu mengajar di kampus, kelas-kelas di ruang publik, dan platform Zoom untuk umum, sekarang privat online untuk satu orang. Pada murid privat bernama Zam Zam tersebut, saya minta izin supaya partner saya, Nadya, dibolehkan untuk ikut kelas. Alasannya, pertama, supaya Nadya mendapat semangat belajar kembali dan kedua, ya supaya kelas agak lebih ramai saja. Syukurlah, Zam Zam membolehkan. Kelas apa gerangan yang saya berikan untuk privat daring itu? Menariknya, Zam Zam, yang sebentar lagi skripsi double degree untuk bidang psikologi Islam dan pendidikan Islam, ingin semacam bimbingan penelitian. Akhirnya saya berikan materi tentang filsafat ilmu dan metodologi penelitian untuk tiga pertemuan dalam seminggu dan ini akan dilakukan entah hingga berapa bulan ke depan. Yang pasti, Zam Zam baru akan mengerjakan skripsi secara resmi seki...
Jaraknya sudah dua bulan dari pertama buku berjudul Kumpulan Kalimat Demotivasi , dengan tulisan di blog ini. Saya baru sempat menuliskannya, karena "terganggu" proses jual beli buku yang cukup sibuk dan juga beberapa acara bedah buku (yang sudah dan akan berlangsung). Memang sudah sejak akhir tahun 2019, saya mulai meletupkan ide-ide tentang demotivasi, baik lewat media sosial maupun obrolan-obrolan ringan dalam konteks diskusi santai. Setelah menuliskan dan menerbitkannya ke Buruan and Co. (setelah sempat di-PHP oleh Mizan), saya merasa respons terhadap buku ini cukup baik. Penjualannya lebih baik dari buku-buku yang pernah saya tulis dan itu berlangsung dalam waktu relatif singkat. Tawaran diskusi dan bedah buku pun bermunculan - disertai review buku yang juga cukup ramai -, yang membuat saya berpikir bahwa Kumpulan Kalimat Demotivasi mungkin punya sesuatu yang "baru" untuk ditawarkan (pakai tanda kutip karena saya malu menyebut kata baru, dengan kenyataan ba...