Oh, selama saya masih membayangkan hal-hal menyenangkan di waktu kelak, atau berkubang dalam perandaian di masa lalu, kelihatannya susah untuk menjadi bahagia. Saya pernah bercita-cita: mulai usia empat puluh mau hidup santai, berharap uang dari menjadi pembicara atau royalti buku. Kenyataannya begini: usia empat puluh malah kena cancel , buku-buku ditarik semua, tidak ada lagi undangan menjadi pembicara. Namun soal masa lalu, memang saya tak pernah sering-sering menyesali. Ini saya pelajari dari buku Musashi , untuk tak pernah meratapi masa lalu. Karena setelah dipikir-pikir, berandai soal masa lalu itu sungguh tak berguna. Kita menganggap kejadian yang kita alami sekarang (Y), adalah akibat dari suatu perbuatan (X) di masa lalu. Berandai-andai artinya, membayangkan bahwa jika X tak pernah terjadi, maka Y juga tidak akan pernah terjadi. Pertanyaannya, benarkah X adalah penyebab tunggal dalam terjadinya Y? Benarkah jika X tidak ada, Y benar-benar tidak ada? Sebagai contoh, andai s...
Sejak akhir Desember 2025 kemarin, Nadya dan saya memutuskan untuk berdagang. Kapok dengan dagang roti tahun 2024 yang kurang laku, akhirnya kami memutuskan berdagang yang "aman-aman saja" yaitu ayam crispy. Ayam crispy ini kami beli lisensi atau franchise saja supaya tidak ribet. Bahan-bahan sudah ada, kami tinggal masak. Nama produknya Pride Chicken. Setelah survei sana-sini, kami memutuskan untuk menyewa tempat di daerah Ujungberung. Wilayah yang sebenarnya jauh dari lokasi kediaman kami, tetapi tidak apa-apa, siapa tahu hoki kami ada di sana. Singkat cerita, saya mengikuti training sekitar empat hari sebelum akhirnya pihak Pride Chicken mengirimkan gerobak ke lokasi tempat kami berjualan. Seminggu awal, saya kuat berjualan sendirian. Saya menggoreng ayam, melayani pembeli, dan beres-beres. Namun lama kelamaan, badan ini remuk juga. Apalagi untuk sampai ke lokasi jualan, perlu sambung menyambung ojek baik online maupun offline . Akhirnya kami memutuskan merekrut pegaw...