Nadya adalah seorang pesimistis yang memandang hari-hari adalah selalu sial baginya. Pandangan semacam ini lumrah saja, dan mungkin gak cuma Nadya, banyak orang juga berpandangan seperti ini. Saya mungkin gak gitu-gitu amat. Kadang ada hari baik, ada hari buruk, tapi secara umum saya adalah orang yang lumayan optimis dalam menghadapi hari-hari. Sampai suatu hari saya pikir cara berpikir Nadya ini agak berbahaya juga, dalam artian, okelah, menganggap hari-hari itu sial boleh saja sebagai mekanisme pertahanan diri, supaya psikis ini senantiasa siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang datang setiap harinya. Tapi setelah direnungkan sungguh-sungguh, kalau kita memandang hari itu ada hari untung, ada hari rugi, seperti misal: kemarin hari-hariku beruntung, hari ini rugi, berarti mungkin besok untung lagi, hari-hari jadinya dipandang dalam kacamata kerancuan penjudi ( gambler's fallacy ): semacam keyakinan bahwa kelak kita akan mengalami keberuntungan hanya karena telah...
Berpikir induktif berarti berpikir dari kejadian khusus ke kesimpulan yang bersifat umum. Pada dasarnya, cara berpikir kita memang demikian adanya, termasuk pada saat berpikir deduktif sekalipun. Misalnya, pada silogisme yang paling umum seperti: Semua manusia akan mati Sokrates adalah manusia Sokrates akan mati Premis “semua manusia akan mati” sebenarnya hanya abstraksi dari pengalaman-pengalaman kita akan matinya beberapa manusia. Pada dasarnya, secara epistemologi, kita tidak bisa mengetahui apakah semua manusia itu mati atau tidak. 1. Argumen Kausal Mill Pada abad ke-19, seorang pemikir Inggris, John Stuart Mill merumuskan lima argumen kausal. Argumen kausal dengan berpikir induktif adalah saling bertalian. Hal tersebut sesuai dengan definisi Aristoteles tentang sains, yaitu, “Penjelasan atas segala sesuatu dengan menelusuri sebab-sebabnya.” Penelusuran sebab-sebab tersebut oleh Mill dibagi ke dalam lima bagian. 1.1...