Setelah dua tahun tidak ada kegiatan mengajar akibat kena cancel , akhirnya saya dapat kesempatan mengajar lagi. Situasinya memang sudah sangat berbeda. Dulu mengajar di kampus, kelas-kelas di ruang publik, dan platform Zoom untuk umum, sekarang privat online untuk satu orang. Pada murid privat bernama Zam Zam tersebut, saya minta izin supaya partner saya, Nadya, dibolehkan untuk ikut kelas. Alasannya, pertama, supaya Nadya mendapat semangat belajar kembali dan kedua, ya supaya kelas agak lebih ramai saja. Syukurlah, Zam Zam membolehkan. Kelas apa gerangan yang saya berikan untuk privat daring itu? Menariknya, Zam Zam, yang sebentar lagi skripsi double degree untuk bidang psikologi Islam dan pendidikan Islam, ingin semacam bimbingan penelitian. Akhirnya saya berikan materi tentang filsafat ilmu dan metodologi penelitian untuk tiga pertemuan dalam seminggu dan ini akan dilakukan entah hingga berapa bulan ke depan. Yang pasti, Zam Zam baru akan mengerjakan skripsi secara resmi seki...
Makan malam kami 9 April kemarin terasa spesial. Selain karena diadakan dalam rangka ulang tahun Nadya, juga karena restorannya istimewa. Namanya AOM Steak House di Pasirkaliki. Bukan tipe restoran dengan harga yang bisa kami jangkau sehari-hari. Saat kami masuk, kami disambut musik live dengan genre jazz. Ada kontrabas di sana, tapi ternyata cuma pajangan karena pemain basnya lebih memilih pake bas elektrik. Saya dan Nadya duduk persis di depan band nya, kami duduk sebelahan karena memang format duduknya seperti itu (hal yang sebenarnya Nadya jarang mau lakukan karena katanya suka kagok kalau makan). Cahayanya temaram, bikin tidak banyak hal yang harus dilihat di tempat itu kecuali antara kita sendiri, meja makan, dan band di hadapan. Nadya memesankan makanan, dua menu pembuka, saya lupa namanya. Minumnya teh dan jus. Setelah itu menu utama, Nadya steak, saya spaghetti. Sebelum mulai makan menu utama, saya memberikannya rangkaian mawar merah. Dia tahu aku akan memberikan itu, tap...