Skip to main content

Komentar atas Madilog (Bab Filsafat)

Tetapi memakai Engels buat penunjuk jalan, bisalah kita terhindar dari kekacauan dan membuang-buang waktu. Engels, sekarang terkenal sebagai co-creator, sama membangun, dengan Marx, sebetulnya dalam filsafat banyak sekali meninggalkan pusaka. Karl Marx terkenal sebagai bapak Dialektis Materialisme dan Surplus Value, yakni Nilai-Ber-Lebih, nilai yang diterbitkan oleh buruh, tetapi dimiliki oleh kapitalis. Engels, pendiam, pembelakang, selalu berdiri di belakang kawannya Marx, tetapi setia dan jujur, meneruskan mengarang "Das Kapital", yang belum habis ditinggalkan Marx, karena ia meninggal. Engels sendiri menulis beberapa buku berhubung dengan filsafat "Anti Duhring" dan "Ludwig Feurbach" sejarah dan ekonomi. Tan Malaka menempatkan Friedrich Engels sebagai sosok kunci dalam menuntun manusia keluar dari kekacauan berpikir mistik menuju pemahaman filsafat yang ilmiah dan materialis. Dengan menyebut Engels sebagai “penunjuk jalan,” ia menegaskan pentingnya p...

30hari30film: The Fighter (2010)


24 Ramadhan 1433 H



Christian Bale dalam film ini tampil memukau. Ia diganjar Oscar untuk Aktor Pendukung Terbaik, dimana ia berperan sebagai eks petinju Dick “Dicky” Eklund. Dalam The Fighter, diceritakan Dicky membantu adiknya, Micky Ward (Mark Wahlberg), untuk memperbaiki karir bertinjunya dari yang tadinya hanya “batu loncatan” bagi petinju lain, menjadi seorang juara. Namun masalah terbesarnya adalah Dicky bukanlah pelatih biasa. Meski ia adalah eks petinju yang pernah memukul jatuh petinju legendaris Sugar Ray Leonard, namun karirnya habis setelah itu. Dicky berubah menjadi pecandu narkoba yang membuat karir adiknya sendiri menjadi dalam posisi sulit.

The Fighter yang disutradarai oleh David O’Russell ini bisa digolongkan sebagai film tentang olahraga tinju yang cukup menghibur setelah Raging Bull dan Rocky –yang diakui Wahlberg, dua film tersebut adalah favoritnya-. Film yang mengangkat tema kombinasi antara genre olahraga dan drama ini memperlihatkan suatu kekuatan akting Mark Wahlberg dan Christian Bale yang terasa sekali chemistry hubungan adik dan kakak. Terutama tokoh Dicky, meski kontroversial, namun dihayati dengan sangat brilian oleh Bale sehingga ia menjadi dibenci sekaligus dicintai.

Kisah tentang bersaudara Dick Eklund dan Micky Ward ini terinspirasi dari kisah nyata. Dalam karir Dicky, memang kebanggaan terbesarnya adalah memukul KO Sugar Ray Leonard, membuat ia dijuluki sebagai Pride of Lowell (Lowell adalah kota tempat tinggalnya). Kisah Dicky ini mirip dengan Leon Spinks yang menjatuhkan Muhammad Ali dan setelah itu terjerat kasus narkoba karena konon tak sanggup mengendalikan euforia kemenangannya. Namun tak hanya kebanggaan Dicky itu saja yang dieksploitasi The Fighter, melainkan juga bagaimana latar belakang keluarga miskin menjadikan bertinju sebagai salah satu mata pencaharian. Hal ini terlihat pada saat menjelang hari bertanding Micky, ia mendapati bahwa lawan yang seharusnya bertanding melawan dia, mengalami sakit. Akhirnya, Micky harus menghadapi lawan lain yang jauh lebih berat daripadanya. Mengapa ia mau menghadapi? Karena kata sang promotor, “Jika kamu tak bertanding, diantara kalian tidak ada yang dapat bayaran.”

Rekomendasi: Bintang Empat

Comments

Popular posts from this blog

Makanya, Mikir! (2025): Cara Populer Menghidupkan Neoliberalisme Intelektual dan "Filsafat Babi"

Makanya, Mikir! karya Cania Citta dan Abigail Limuria telah menjadi salah satu buku nonfiksi yang paling disukai oleh pembaca muda dalam beberapa bulan terakhir. Semangat logika, rasionalitas, dan berpikir kritis adalah pilar dalam buku ini. Sebuah seruan yang menyejukkan di tengah wacana publik yang penuh dengan perselisihan politik dan emosi. Namun, di balik ajakan yang baik itu, ada masalah: buku yang menyerukan ajakan “berpikir kritis” ini justru hampir tak pernah menjadi objek pikiran kritis itu sendiri.  Penerimaannya di tempat umum menunjukkan paradoks yang menarik. Buku ini segera disambut sebagai bacaan yang cerdas tanpa perlu diuji berkat branding intelektual para penulisnya, dua figur yang terkenal di media sosial karena sikap rasional dan ilmiah mereka. Ulasan di toko buku online dan media sosial nyaris semuanya memuji. Di sinilah ironi itu muncul: sebuah buku yang mengajak untuk tidak mudah percaya , justru diterima karena kepercayaan penuh terhadap otoritas...

Komentar atas Madilog (Bab Pendahuluan)

Mokojobi, 15-6-2602. tanggal opisil kini, waktu saya menulis “Madilog’’. Dalam perhitungan “tuan’’ yang sekarang sedang jatuh dari tahta pemerintahan Indonesia itu bersamaan dengan Donderdag Juli 15, 1942. Murid bangsa Indonesia yang bersekolah Arab dekat tempat saya menulis ini, menarikkan pada hari kamis, bulan Radjab 30, 1362. Semua itu memberi gambaran, bahwa Indonesia sebenarnya belum bertanggal berumur sendiri. Indonesia tulen belum timbul dari tenggelamnya berabad-abad itu. Bagian pendahuluan Madilog menunjukkan bagaimana Tan Malaka menulis dengan kesadaran simbolik tentang keadaan bangsa yang belum merdeka. Ia menuliskan tanggal menurut tiga sistem yaitu Jepang, Eropa (Gregorian), dan Hijriah untuk menunjukkan bahwa Indonesia belum memiliki “waktu” dan identitasnya sendiri. Artinya, bangsa ini belum berdiri sebagai subjek sejarah yang otonom; masih bergantung pada sistem dan penanggalan asing. Dengan cara ini, Tan Malaka menyindir kondisi kolonial dan menggugah kesadaran tent...

Apa yang Sedang Dikerjakan Martin Suryajaya dalam Principia Logica?

Buku Principia Logica (2022) terbitan Gang Kabel adalah perluasan disertasi Martin Suryajaya yang berhasil dipertahankan akhir tahun 2021 demi mendapatkan gelar doktor filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Buku tersebut tampak “angker” kemungkinan atas dua alasan: tebalnya yang mencapai delapan ratus-an halaman (dua kali lipat disertasi Martin) dan juga judulnya. Judul tersebut mengandung kata “logica”, yang bisa terbayang isinya adalah tentang logika, tetapi lebih dari itu, logika yang dibahas adalah hal-hal prinsipilnya (“ principia ”). Mengapa menakutkan? Logika sendiri sudah dipandang sebagai hal prinsipil dalam berpikir, sementara yang akan dibahas Martin adalah hal prinsipil yang melandasi logika, sehingga tergambar bahwa isinya adalah: hal prinsipil tentang hal prinsipil .  Atas dasar itu, saya merasa perlu untuk membacanya sampai tuntas dan menuliskan kembali dalam suasana yang “tidak terlalu angker”, supaya setidaknya para pembaca yang kurang familiar dengan t...