Pasca pertandingan perempat final Inggris lawan Norwegia, striker Alexander Sørloth dihujat netizen karena tidak mengoper bola ke Erling Haaland di momen krusial. Akibat keputusannya mendribel bola sendirian sampai akhirnya dipatahkan John Stones, Norwegia gagal menggandakan keunggulan. Sekitar tujuh menit kemudian, skor pun berhasil disamakan oleh Jude Bellingham. Kita tahu ujung ceritanya: perjalanan Norwegia yang epik di Piala Dunia berakhir setelah Bellingham kembali mencetak gol di masa perpanjangan waktu. Norwegia kalah 1-2. Penampilan Haaland berakhir antiklimaks, Sørloth jadi kambing hitamnya. Saya tiba-tiba ingat Piala Dunia 1998 ketika Inggris disingkirkan Argentina di babak enam belas besar. Paul Ince dan David Batty gagal mencetak gol saat adu penalti, tetapi orang yang paling disalahkan adalah David Beckham. Alasannya, Beckham dikartu merah karena dianggap menendang Diego Simeone. Daily Mirror, salah satu media di Inggris, menulis headline besar-besar: " 10 ...
16 Ramadhan 1434 H
Spiklenci Slasti (1996) atau Conspirators of Pleasure adalah film tanpa dialog yang disutradarai oleh seorang Ceko bernama Jan Å vankmajer. Film ini bercerita tentang beberapa orang yang mempunyai kebiasaan ganjil dalam memenuhi hasrat seksualnya. Meski demikian, Å vankmajer tidak sedang menampilkan pornografi. Tanpa pemandangan penis atau vagina, film Spiklenci Slasti sanggup menampilkan bagaimana orang-orang tersebut dipuaskan dengan benda-benda yang dikonstruksinya sendiri.
Pivonka, ia menikmati menjadi seseorang yang berkuasa di hadapan gadis yang disandera. Berkebalikan dengannya, Loubalová senang menjadi bos akan laki-laki yang tak berdaya di hadapan pecutnya. Sementara seorang detektif bernama Beltinsky punya cara tersendiri untuk memuaskannya, yakni dengan bulu dan benda-benda tajam. Malková, si perempuan tukang pos, senang memasukkan roti yang sudah ia comoti dan dibentuk menjadi bulatan kecil, ke telinga dan hidungnya. Penjual majalah bernama Kula diam-diam ia menyimpan hasrat pada pembaca berita bernama Beltinska. Setiap ia sedang membacakan majalah, Kula melakukan zoom-in agar wajahnya lebih jelas. Sementara Beltinska, si pembaca berita, mendapatkan kepuasan lewat ikan-ikan yang dibiarkan mengisap jari-jari kakinya. Keseluruhan tokoh dalam cerita ini punya keterkaitan satu sama lain.
Spiklenci Slasti adalah film yang cukup menarik karena sorotan yang cukup detail ketika orang-orang tersebut sedang membangun alat pemuat hasratnya. Å vankmajer tampak sepaham dengan Freud tentang bagaimana sesungguhnya alam bawah sadar manusia adalah semata-mata tentang hasrat. Bedanya, terdapat orang-orang tertentu yang begitu menikmati rangsangan-rangsangan seksual yang oleh orang kebanyakan dianggap menyakitkan -seringkali disebut dengan BDSM atau Bondage, Discipline, Sadism, Masochism-. Spiklenci Slasti mengajak kita untuk lebih dekat dan lebih ekstrim melihat bagaimana perilaku BDSM tersebut dengan gaya yang artistik dan jauh dari kesan menjijikkan.
Rekomendasi: Bintang Lima
Spiklenci Slasti adalah film yang cukup menarik karena sorotan yang cukup detail ketika orang-orang tersebut sedang membangun alat pemuat hasratnya. Å vankmajer tampak sepaham dengan Freud tentang bagaimana sesungguhnya alam bawah sadar manusia adalah semata-mata tentang hasrat. Bedanya, terdapat orang-orang tertentu yang begitu menikmati rangsangan-rangsangan seksual yang oleh orang kebanyakan dianggap menyakitkan -seringkali disebut dengan BDSM atau Bondage, Discipline, Sadism, Masochism-. Spiklenci Slasti mengajak kita untuk lebih dekat dan lebih ekstrim melihat bagaimana perilaku BDSM tersebut dengan gaya yang artistik dan jauh dari kesan menjijikkan.
Rekomendasi: Bintang Lima
Comments
Post a Comment