Nadya adalah seorang pesimistis yang memandang hari-hari adalah selalu sial baginya. Pandangan semacam ini lumrah saja, dan mungkin gak cuma Nadya, banyak orang juga berpandangan seperti ini. Saya mungkin gak gitu-gitu amat. Kadang ada hari baik, ada hari buruk, tapi secara umum saya adalah orang yang lumayan optimis dalam menghadapi hari-hari. Sampai suatu hari saya pikir cara berpikir Nadya ini agak berbahaya juga, dalam artian, okelah, menganggap hari-hari itu sial boleh saja sebagai mekanisme pertahanan diri, supaya psikis ini senantiasa siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang datang setiap harinya. Tapi setelah direnungkan sungguh-sungguh, kalau kita memandang hari itu ada hari untung, ada hari rugi, seperti misal: kemarin hari-hariku beruntung, hari ini rugi, berarti mungkin besok untung lagi, hari-hari jadinya dipandang dalam kacamata kerancuan penjudi ( gambler's fallacy ): semacam keyakinan bahwa kelak kita akan mengalami keberuntungan hanya karena telah...
6 Ramadhan 1434 H
Saya baru mengetahui bahwa film semacam ini punya genre-nya sendiri. The Italian Job (1969) digolongkan sebagai heist film karena berisikan sebuah rencana kejahatan yang melibatkan grup. Film yang disutradarai oleh Peter Collinson ini bercerita tentang gerombolan mafia dari Inggris yang berencana mencuri uang empat juta dollar dari perusahaan FIAT di Italia. Seperti pada umumnya heist film, The Italian Job yang berdurasi sembilan puluh menit ini menghabiskan hampir separuh awal filmnya untuk menceritakan bagaimana rencana canggih mereka dalam membobol pertahanan berlapis dari pihak sekuriti FIAT yang membawa uangnya via mobil.
Selain disebut sebagai heist film, The Italian Job juga -atas dasar sejumlah aksinya yang komikal dan bernuansa humor- disebut sebagai caper story. Caper story membuat The Italian Job berbeda dengan film bertemakan kejahatan lain yang serius semisal Dog Day Afternoon atau Scarface. Meski mengundang tawa, namun The Italian Job tetap mengandung aksi-aksi memikat seperti misalnya adegan kejar-kejaran mobil, penyelinapan kelompok pencuri ke ruang data, serta bagaimana kemacetan luar biasa tercipta di tengah kota Turin. Collinson sepertinya cukup total dalam menggarap film ini -setidaknya terlihat dari bagaimana ia rela menghancurkan mobil-mobil mewah di banyak adegan-. Selain itu, ia juga melibatkan musisi jazz Quincy Jones untuk menggarap soundtrack dalam film ini sehingga memang musik-musiknya menjadi cukup memikat dan sanggup menopang berbagai adegan.
The Italian Job dibintangi oleh Michael Caine yang berperan sebagai Charlie Croker, si pemimpin gerombolan Inggris. Untuk melancarkan aksinya, ia dibantu oleh Mr. Bridger (Noel Coward) yang sanggup menjalankan kehidupan mafia dari balik penjara. Film yang masuk urutan ke-27 film terbaik Inggris sepanjang masa ini menarik tidak hanya bagi mereka penggemar film aksi, tapi mungkin juga bagi penggemar film pada umumnya. Ketegangan yang dibangunnya cukup tinggi, tapi tetap menyelipkan humor sebagai pengimbang.
Rekomendasi: Bintang Tiga

Comments
Post a Comment