Pasca pertandingan perempat final Inggris lawan Norwegia, striker Alexander Sørloth dihujat netizen karena tidak mengoper bola ke Erling Haaland di momen krusial. Akibat keputusannya mendribel bola sendirian sampai akhirnya dipatahkan John Stones, Norwegia gagal menggandakan keunggulan. Sekitar tujuh menit kemudian, skor pun berhasil disamakan oleh Jude Bellingham. Kita tahu ujung ceritanya: perjalanan Norwegia yang epik di Piala Dunia berakhir setelah Bellingham kembali mencetak gol di masa perpanjangan waktu. Norwegia kalah 1-2. Penampilan Haaland berakhir antiklimaks, Sørloth jadi kambing hitamnya. Saya tiba-tiba ingat Piala Dunia 1998 ketika Inggris disingkirkan Argentina di babak enam belas besar. Paul Ince dan David Batty gagal mencetak gol saat adu penalti, tetapi orang yang paling disalahkan adalah David Beckham. Alasannya, Beckham dikartu merah karena dianggap menendang Diego Simeone. Daily Mirror, salah satu media di Inggris, menulis headline besar-besar: " 10 ...
19 Ramadhan 1434 H
For a Few Dollars More (1965) adalah film yang disutradarai oleh Sergio Leone dan merupakan bagian kedua dari trilogi yang disebut sebagai Dollars Trillogy - yang pertama berjudul A Fistful of Dollars, yang ketiga berjudul The Good, The Bad, and The Ugly-. Trilogi yang ketiganya menampilkan Clint Eastwood sebagai Koboi Tanpa Nama tersebut sering disemati label genre bernama spaghetti western. Spaghetti western berarti film "koboi rasa Italia" -merujuk pada kualitas film koboi yang mumpuni seringkali justru ada di tangan sutradara Italia daripada Amerika!-. Ketiga film tersebut selain dikenal karena akting Eastwood yang epik, juga disebabkan oleh musik garapan Ennio Morricone yang untuk ukuran masa itu terbilang mutakhir.
For a Few Dollars More, sebagaimana film koboi pada umumnya, tidak punya cerita yang istimewa. Isinya seputar uang, bandit, perempuan, sheriff, pembunuh bayaran, serta adegan tembak-tembakan. Ceritanya adalah tentang dua orang koboi, Monco (Clint Eastwood) dan Kolonel Douglas Mortimer (Lee Van Cleef) yang bekerjasama untuk menangkap penjahat bernama El Indio dengan iming-iming hadiah $ 10.000. Mereka berdua berpikir, bahwa untuk mengalahkan El Indio dan empat belas anak buahnya, harus ada yang menyusup dari dalam dan menjadi bagian dari geng bandit tersebut. Akhirnya Monco yang diputuskan untuk menjadi penyusup di geng El Indio dan berpura-pura untuk ikut serta membobol bank di El Paso.
Spaghetti western barangkali tidak mempunyai titik berat pada cerita. Para sutradara Italia ini semisal Sergio Leone dan Sergio Corbucci (Django) sangat lihai menampilkan aksi-aksi koboi dengan dramatis dan heroik. Cara Leone dalam membangun suspens sebelum gun fight digelar adalah ciri khas yang barangkali hanya terjadi di film-film "koboi rasa Italia". Kita tahu Leone sangat terinspirasi oleh bagaimana Akira Kurosawa menyutradarai sekumpulan film samurai yang adegan demi adegannya tersajikan dengan amat puitik. For A Few Dollars More sekilas seperti film murahan yang tidak punya tempat di sinema hari ini yang penuh dengan kompleksitas cerita dan permainan visual yang ruwet. Tapi sebenarnya karya Leone tersebut punya karakteristik yang tak tergantikan.
Rekomendasi: Bintang Empat

Comments
Post a Comment