Nadya adalah seorang pesimistis yang memandang hari-hari adalah selalu sial baginya. Pandangan semacam ini lumrah saja, dan mungkin gak cuma Nadya, banyak orang juga berpandangan seperti ini. Saya mungkin gak gitu-gitu amat. Kadang ada hari baik, ada hari buruk, tapi secara umum saya adalah orang yang lumayan optimis dalam menghadapi hari-hari. Sampai suatu hari saya pikir cara berpikir Nadya ini agak berbahaya juga, dalam artian, okelah, menganggap hari-hari itu sial boleh saja sebagai mekanisme pertahanan diri, supaya psikis ini senantiasa siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang datang setiap harinya. Tapi setelah direnungkan sungguh-sungguh, kalau kita memandang hari itu ada hari untung, ada hari rugi, seperti misal: kemarin hari-hariku beruntung, hari ini rugi, berarti mungkin besok untung lagi, hari-hari jadinya dipandang dalam kacamata kerancuan penjudi ( gambler's fallacy ): semacam keyakinan bahwa kelak kita akan mengalami keberuntungan hanya karena telah...
2 Ramadhan 1434 H
Pernah menyaksikan aksi Clint Eastwood sebagai Koboi Tanpa Nama yang sangat dingin menghadapi musuh-musuhnya dalam film A Fistful of Dollars (1964)? Ketika menonton film Yojimbo (1961) karya Akira Kurosawa, maka sangat jelas bahwa film tersebut adalah inspirasi bagi A Fistful of Dollars-nya Sergio Leone. Saking miripnya, film garapan Sergio Leone itu sempat ditahan selama tiga tahun untuk tidak rilis di Amerika atas tuduhan penjiplakan.
Yojimbo menceritakan tentang seorang Samurai Tanpa Nama (diperankan oleh aktor langganan Kurosawa, Toshiro Mifune) yang datang ke sebuah kota yang tengah berada dalam ketegangan oleh sebab perang antara dua penguasa yakni Seibei dan Ushitora (di A Fistful of Dollars, perang geng ini berlangsung antara Bersaudara Rojo dan keluarga sheriff John Baxter). Samurai Tanpa Nama ini kemudian menawarkan dirinya ke kedua penguasa tersebut siapa yang mau merekrutnya sebagai yojimbo alias pengawal. Samurai Tanpa Nama yang sangat kuat tersebut tentu saja diperebutkan baik oleh Seibei dan Ushitora. Mereka berpendapat bahwa siapapun yang sanggup merekrutnya, maka bisa memenangkan pertarungan melawan penguasa lainnya. Meski demikian, sang samurai adalah orang yang tidak hanya pintar berkelahi, tapi juga cerdik. Ia berkelindan dari satu penguasa ke penguasa lainnya untuk kemudian menjalankan rencananya sendiri.
Agaknya memang mustahil bagi sutradara manapun untuk tidak terinspirasi teknik-teknik brilian dari Kurosawa. Tidak hanya teknik montage dan mise-en-scène-nya yang sempurna dan menciptakan sejumlah adegan yang bisa dikatakan puitik, melainkan juga bagaimana Kurosawa sanggup mendorong aktor-aktornya untuk beraksi lebih teatrikal -Kita bisa bayangkan jika film-film Kurosawa dihadirkan dalam panggung teater, maka tidak sulit untuk mengadaptasinya-. Film-film Kurosawa barangkali tidak ada yang bisa dikatakan gagal secara estetik. Dalam kesederhanaan teknologi pada masa itu, ia tetap sanggup menjadi pelopor sejumlah teknik yang lumrah digunakan hingga saat ini. Yojimbo hanyalah salah satu dari sekian banyak mahakarya sang maestro.
Rekomendasi: Bintang Lima
Agaknya memang mustahil bagi sutradara manapun untuk tidak terinspirasi teknik-teknik brilian dari Kurosawa. Tidak hanya teknik montage dan mise-en-scène-nya yang sempurna dan menciptakan sejumlah adegan yang bisa dikatakan puitik, melainkan juga bagaimana Kurosawa sanggup mendorong aktor-aktornya untuk beraksi lebih teatrikal -Kita bisa bayangkan jika film-film Kurosawa dihadirkan dalam panggung teater, maka tidak sulit untuk mengadaptasinya-. Film-film Kurosawa barangkali tidak ada yang bisa dikatakan gagal secara estetik. Dalam kesederhanaan teknologi pada masa itu, ia tetap sanggup menjadi pelopor sejumlah teknik yang lumrah digunakan hingga saat ini. Yojimbo hanyalah salah satu dari sekian banyak mahakarya sang maestro.
Rekomendasi: Bintang Lima

Comments
Post a Comment