Setelah dua tahun tidak ada kegiatan mengajar akibat kena cancel , akhirnya saya dapat kesempatan mengajar lagi. Situasinya memang sudah sangat berbeda. Dulu mengajar di kampus, kelas-kelas di ruang publik, dan platform Zoom untuk umum, sekarang privat online untuk satu orang. Pada murid privat bernama Zam Zam tersebut, saya minta izin supaya partner saya, Nadya, dibolehkan untuk ikut kelas. Alasannya, pertama, supaya Nadya mendapat semangat belajar kembali dan kedua, ya supaya kelas agak lebih ramai saja. Syukurlah, Zam Zam membolehkan. Kelas apa gerangan yang saya berikan untuk privat daring itu? Menariknya, Zam Zam, yang sebentar lagi skripsi double degree untuk bidang psikologi Islam dan pendidikan Islam, ingin semacam bimbingan penelitian. Akhirnya saya berikan materi tentang filsafat ilmu dan metodologi penelitian untuk tiga pertemuan dalam seminggu dan ini akan dilakukan entah hingga berapa bulan ke depan. Yang pasti, Zam Zam baru akan mengerjakan skripsi secara resmi seki...
Bukan Alfred Hitchcock namanya, jika film garapannya tidak membuat penonton tertegun lama pasca layar ditutup. Rear Window (1954), sebagaimana umumnya karya-karya Hitchcock, film yang diperkuat oleh akting James Stewart dan Grace Kelly ini memberi siksaan ketegangan maupun kepenasaranan nyaris di sepanjang filmnya yang berdurasi satu jam 49 menit. Ending dari film kemudian tidak memberikan suatu kesempatan bagi audiens untuk menghela napas. Ada perasaan sesak karena jawaban yang sama sekali tidak memuaskan.
Rear Window bercerita tentang seorang fotografer bernama L.B. "Jeff" Jefferies (James Stewart) yang mengalami kecelakaan ketika ia memotret balapan mobil. Akibat kecelakaan tersebut, satu kakinya harus digips dan ia tidak bisa banyak beraktifitas. Satu-satunya hal yang menghibur ia setiap hari adalah memandangi aktivitas tetangga-tetangganya di seberang yang banyak diantaranya membiarkan kaca depannya terbuka sehingga mudah untuk diamati. Jeff kemudian menemukan kejanggalan pada tetangganya yang bernama Lars Thorwald. Jeff dan kekasihnya, Lisa Fremont (Grace Kelly), memutuskan untuk mengikuti kecurigaan mereka dengan lebih intensif mengamati Thorwald yang mereka duga telah menghilangkan nyawa istrinya sendiri.
Rear Window, meski secara permukaan tampak sederhana, namun ternyata mengundang sejumlah analisis termasuk dari sutradara pelopor gaya French New Wave, François Truffaut yang melihat film tersebut sebagai simbol antara audiens dan layar sinema. Ada pula yang menginterpretasikan bahwa tetangga-tetangga yang dilihat oleh Jeff adalah representasi bawah sadarnya -Para analis Hitchcock kerap mengaitkan film-filmnya dengan psikoanalisis termasuk di antaranya Psycho dan The Birds-. Rear Window adalah film yang bisa dinikmati oleh publik luas dari mulai yang awam film hingga yang senang berkerut kening.
Rekomendasi: Bintang Tiga
Comments
Post a Comment