Pasca pertandingan perempat final Inggris lawan Norwegia, striker Alexander Sørloth dihujat netizen karena tidak mengoper bola ke Erling Haaland di momen krusial. Akibat keputusannya mendribel bola sendirian sampai akhirnya dipatahkan John Stones, Norwegia gagal menggandakan keunggulan. Sekitar tujuh menit kemudian, skor pun berhasil disamakan oleh Jude Bellingham. Kita tahu ujung ceritanya: perjalanan Norwegia yang epik di Piala Dunia berakhir setelah Bellingham kembali mencetak gol di masa perpanjangan waktu. Norwegia kalah 1-2. Penampilan Haaland berakhir antiklimaks, Sørloth jadi kambing hitamnya. Saya tiba-tiba ingat Piala Dunia 1998 ketika Inggris disingkirkan Argentina di babak enam belas besar. Paul Ince dan David Batty gagal mencetak gol saat adu penalti, tetapi orang yang paling disalahkan adalah David Beckham. Alasannya, Beckham dikartu merah karena dianggap menendang Diego Simeone. Daily Mirror, salah satu media di Inggris, menulis headline besar-besar: " 10 ...
Bukan Alfred Hitchcock namanya, jika film garapannya tidak membuat penonton tertegun lama pasca layar ditutup. Rear Window (1954), sebagaimana umumnya karya-karya Hitchcock, film yang diperkuat oleh akting James Stewart dan Grace Kelly ini memberi siksaan ketegangan maupun kepenasaranan nyaris di sepanjang filmnya yang berdurasi satu jam 49 menit. Ending dari film kemudian tidak memberikan suatu kesempatan bagi audiens untuk menghela napas. Ada perasaan sesak karena jawaban yang sama sekali tidak memuaskan.
Rear Window bercerita tentang seorang fotografer bernama L.B. "Jeff" Jefferies (James Stewart) yang mengalami kecelakaan ketika ia memotret balapan mobil. Akibat kecelakaan tersebut, satu kakinya harus digips dan ia tidak bisa banyak beraktifitas. Satu-satunya hal yang menghibur ia setiap hari adalah memandangi aktivitas tetangga-tetangganya di seberang yang banyak diantaranya membiarkan kaca depannya terbuka sehingga mudah untuk diamati. Jeff kemudian menemukan kejanggalan pada tetangganya yang bernama Lars Thorwald. Jeff dan kekasihnya, Lisa Fremont (Grace Kelly), memutuskan untuk mengikuti kecurigaan mereka dengan lebih intensif mengamati Thorwald yang mereka duga telah menghilangkan nyawa istrinya sendiri.
Rear Window, meski secara permukaan tampak sederhana, namun ternyata mengundang sejumlah analisis termasuk dari sutradara pelopor gaya French New Wave, François Truffaut yang melihat film tersebut sebagai simbol antara audiens dan layar sinema. Ada pula yang menginterpretasikan bahwa tetangga-tetangga yang dilihat oleh Jeff adalah representasi bawah sadarnya -Para analis Hitchcock kerap mengaitkan film-filmnya dengan psikoanalisis termasuk di antaranya Psycho dan The Birds-. Rear Window adalah film yang bisa dinikmati oleh publik luas dari mulai yang awam film hingga yang senang berkerut kening.
Rekomendasi: Bintang Tiga
Comments
Post a Comment