Nadya adalah seorang pesimistis yang memandang hari-hari adalah selalu sial baginya. Pandangan semacam ini lumrah saja, dan mungkin gak cuma Nadya, banyak orang juga berpandangan seperti ini. Saya mungkin gak gitu-gitu amat. Kadang ada hari baik, ada hari buruk, tapi secara umum saya adalah orang yang lumayan optimis dalam menghadapi hari-hari. Sampai suatu hari saya pikir cara berpikir Nadya ini agak berbahaya juga, dalam artian, okelah, menganggap hari-hari itu sial boleh saja sebagai mekanisme pertahanan diri, supaya psikis ini senantiasa siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang datang setiap harinya. Tapi setelah direnungkan sungguh-sungguh, kalau kita memandang hari itu ada hari untung, ada hari rugi, seperti misal: kemarin hari-hariku beruntung, hari ini rugi, berarti mungkin besok untung lagi, hari-hari jadinya dipandang dalam kacamata kerancuan penjudi ( gambler's fallacy ): semacam keyakinan bahwa kelak kita akan mengalami keberuntungan hanya karena telah...

O, Tuhan, untuk apa engkau menciptakan manusia?
Untuk membuatku tertawa-tawa, Nak. Agar aku tak sepi sendiri.
Apakah manusia itu sendiri harus ikut tertawa-tawa?
Harusnya iya, karena apalah hidup itu kalau bukan komedi.
Hanya itu?
Dan tragedi.
Jika sedemikian menyedihkannya, apa yang kau harapkan dari manusia, ya Rabbi?
Tidak ada. Menurutmu?
Jadi kehidupan ini sia-sia saja?
Kamu bisa pura-pura tidak, jika mau.
Bagaimana caranya?
Harapan.
Lalu, apa yang bisa dibanggakan dari manusia?
Mungkin, kebudayaan.
Apa itu kebudayaan, Ilahi?
Sesuatu yang membedakan kalian dari binatang.
Aku punya pertanyaan lain, apa itu agama?
Aku tak tahu. Bukan aku yang menciptakan.
Siapa?
Tanya saja temanmu.
Mengapa banyak yang kamu tak tahu, Rabb?
Karena aku menciptakan manusia mula-mula, dan membiarkan mereka melakukan apa saja yang dimaui.
Apakah kamu menciptakan seperangkat aturan juga?
Tidak. Aku hanya menciptakan manusia.
Kalau begitu, kapan itu kiamat?
Aku belum bosan, sepertinya masih lama.
O, Tuhan, tolonglah aku!
Dari apa?
Dari kamu!
Comments
Post a Comment