Pasca pertandingan perempat final Inggris lawan Norwegia, striker Alexander Sørloth dihujat netizen karena tidak mengoper bola ke Erling Haaland di momen krusial. Akibat keputusannya mendribel bola sendirian sampai akhirnya dipatahkan John Stones, Norwegia gagal menggandakan keunggulan. Sekitar tujuh menit kemudian, skor pun berhasil disamakan oleh Jude Bellingham. Kita tahu ujung ceritanya: perjalanan Norwegia yang epik di Piala Dunia berakhir setelah Bellingham kembali mencetak gol di masa perpanjangan waktu. Norwegia kalah 1-2. Penampilan Haaland berakhir antiklimaks, Sørloth jadi kambing hitamnya. Saya tiba-tiba ingat Piala Dunia 1998 ketika Inggris disingkirkan Argentina di babak enam belas besar. Paul Ince dan David Batty gagal mencetak gol saat adu penalti, tetapi orang yang paling disalahkan adalah David Beckham. Alasannya, Beckham dikartu merah karena dianggap menendang Diego Simeone. Daily Mirror, salah satu media di Inggris, menulis headline besar-besar: " 10 ...
Sayangku, cintaku, belahan jiwaku,
Korea bukanlah negara yang purba-purba amat. Maksudnya, meskipun ia sudah tegak berdiri sejak lama, namun berbagai perang dan penjajahan yang melandanya membuat mereka tertatih-tatih dalam membangun peradaban. Tahun 1910 hingga 1945, mereka dijajah oleh Jepang yang mengerikan. Hanya diakibatkan oleh kekalahan Jepang di Perang Dunia II, maka Korea akhirnya mampu merdeka. Tak lama kemudian Korea dikecamuk oleh Perang Korea, yaitu perang saudara yang di belakangnya terdapat dalang-dalang dari luar. Perang macam begini disebut dengan proxy war, karena ini sesungguhnya adalah Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Namun dalam pertempuran lapangan, mereka memanfaatkan orang-orang Korea. Kejam sekali!
Perang Korea adalah perang antara wilayah utara Korea dan wilayah Selatan. Wilayah utara, kamu tahu, mereka berfaham komunis dan dikendalikan oleh Uni Soviet. Sedang di selatan berdiam Amerika Serikat dan berfaham liberal. Konon ini salah satu peperangan paling mengerikan dalam sejarah, karena untuk pertama kalinya dikenal air to air combat, atau perang udara. Akhir dari perang ini tak terlalu jelas siapa yang menang (ketahuilah sayang, dalam perang sungguh-sungguh tidak ada yang menang, semuanya kalah!), tapi hasil akhirnya adalah garis pemisah antara Korea Utara dan Korea Selatan yang bertahan hingga hari ini.
Korea Selatan, secara teknologi sudah sangat maju. Mereka betul-betul mengejar teknologi dari sejak mereka mengakhiri Perang Korea. Sedang Korea Utara masih terisolasi karena mereka memang mengisolasi diri. Mereka berdua masih sedikit-sedikit kontak senjata di perbatasan, tapi impian dan cita-cita akan bersatu kembali selalu ada.

Perang Korea adalah perang antara wilayah utara Korea dan wilayah Selatan. Wilayah utara, kamu tahu, mereka berfaham komunis dan dikendalikan oleh Uni Soviet. Sedang di selatan berdiam Amerika Serikat dan berfaham liberal. Konon ini salah satu peperangan paling mengerikan dalam sejarah, karena untuk pertama kalinya dikenal air to air combat, atau perang udara. Akhir dari perang ini tak terlalu jelas siapa yang menang (ketahuilah sayang, dalam perang sungguh-sungguh tidak ada yang menang, semuanya kalah!), tapi hasil akhirnya adalah garis pemisah antara Korea Utara dan Korea Selatan yang bertahan hingga hari ini.
Korea Selatan, secara teknologi sudah sangat maju. Mereka betul-betul mengejar teknologi dari sejak mereka mengakhiri Perang Korea. Sedang Korea Utara masih terisolasi karena mereka memang mengisolasi diri. Mereka berdua masih sedikit-sedikit kontak senjata di perbatasan, tapi impian dan cita-cita akan bersatu kembali selalu ada.

Tulisan pada monumen jam. Katanya jika suatu hari Korut dan Korsel bersatu, jam ini akan dipasang.
Sayangku, aku mengunjungi museum Perang Korea. Dalam museum ini semua barang masa lampau yang berkaitan dengan Perang Korea disimpan. Juga diceritakan sejarah awal mula Perang Korea itu sendiri. Semuanya memang penting. Dengan mereka menyajikan segala pahit getir tersebut dalam estetika sejarah, mereka seolah mau bilang, "Jangan pernah terulang lagi, perang macam ini."
Apa yang aku bisa ambil pelajaran dari sini adalah: Aku dan kamu, juga pernah dan sedang membuat sejarah bagi kita sendiri. Segala pahit getir dari apa yang sudah kita alami, jangan dibuang ke tempat sampah. Etalasekan semua dalam kaca museum indah yang kita bangun sama-sama. Suatu hari kita bisa melihat lagi ke dalamnya, dengan perasaan pilu tapi rindu.
Selain itu juga, patut kita jadikan inspirasi bagaimana mereka menyajikan monumen jam itu sebagai harapan. Harapan adalah daya hidup. Kita memutuskan menikah oleh sebab harapan, oleh sebab yakin akan ada sesuatu yang baik menanti di depan.
Aku mencintaimu, yang lampau maupun yang akan datang.
Apa yang aku bisa ambil pelajaran dari sini adalah: Aku dan kamu, juga pernah dan sedang membuat sejarah bagi kita sendiri. Segala pahit getir dari apa yang sudah kita alami, jangan dibuang ke tempat sampah. Etalasekan semua dalam kaca museum indah yang kita bangun sama-sama. Suatu hari kita bisa melihat lagi ke dalamnya, dengan perasaan pilu tapi rindu.
Selain itu juga, patut kita jadikan inspirasi bagaimana mereka menyajikan monumen jam itu sebagai harapan. Harapan adalah daya hidup. Kita memutuskan menikah oleh sebab harapan, oleh sebab yakin akan ada sesuatu yang baik menanti di depan.
Aku mencintaimu, yang lampau maupun yang akan datang.
=) =) =)
ReplyDeleteTapi kita jangan ikut2an buat museum yah.. Di sini sudah terlalu banyak museum, pengunjungnya justru yang langka! ;p