Skip to main content

Komentar atas Madilog (Bab Filsafat)

Tetapi memakai Engels buat penunjuk jalan, bisalah kita terhindar dari kekacauan dan membuang-buang waktu. Engels, sekarang terkenal sebagai co-creator, sama membangun, dengan Marx, sebetulnya dalam filsafat banyak sekali meninggalkan pusaka. Karl Marx terkenal sebagai bapak Dialektis Materialisme dan Surplus Value, yakni Nilai-Ber-Lebih, nilai yang diterbitkan oleh buruh, tetapi dimiliki oleh kapitalis. Engels, pendiam, pembelakang, selalu berdiri di belakang kawannya Marx, tetapi setia dan jujur, meneruskan mengarang "Das Kapital", yang belum habis ditinggalkan Marx, karena ia meninggal. Engels sendiri menulis beberapa buku berhubung dengan filsafat "Anti Duhring" dan "Ludwig Feurbach" sejarah dan ekonomi. Tan Malaka menempatkan Friedrich Engels sebagai sosok kunci dalam menuntun manusia keluar dari kekacauan berpikir mistik menuju pemahaman filsafat yang ilmiah dan materialis. Dengan menyebut Engels sebagai “penunjuk jalan,” ia menegaskan pentingnya p...

Tentang Perempuan Bernama NK

Pada tanggal 21 Agustus 2024, seorang perempuan, mantan mahasiswi, menjangkau saya via DM Instagram untuk mengucapkan simpati atas hal yang menimpa saya. Singkat cerita, kami berbincang di Whatsapp dan janjian untuk berjumpa tanggal 6 September 2024 di Jalan Braga. Tidak ada hal yang istimewa. Dia sudah punya pacar dan juga memiliki mungkin belasan teman kencan hasil bermain dating apps

NK baru saja bercerai dengan membawa satu anak lelaki. Dia adalah mahasiswi yang saya ajar pada sekitar tahun 2016 di sebuah kampus swasta. Dulu saya tidak punya perhatian khusus pada NK karena ya saya anggap seperti mahasiswa yang lainnya saja. Namun belakangan memang dia tampak lebih bersinar karena perawatan diri yang sepertinya intensif. Selain itu, bubarnya pernikahan selama sebelas tahun membuatnya lebih bebas dan bahagia.

Sejak pertemuan di Jalan Braga itu, saya tertarik pada NK. Tentu saja NK tidak tertarik pada saya, yang di bulan-bulan itu masih tampak berantakan dan tak stabil (fisik, mental, finansial) akibat cancel culture yang masih segar dialami. Tak ada peluang sama sekali, apalagi di tengah jajaran laki-laki yang mengantri. NK punya jadwal kencan yang padat dan saya cuma ornamen tak penting dalam hidupnya.

Namun saya tak patah arang. Berbulan-bulan mencoba, rasa-rasanya dari waktu ke waktu mulai terdapat respons yang lumayan. NK tidak memberi afirmasi apa-apa, tidak juga mengendorkan hubungannya dengan banyak pria. Saya tak tahu apakah term "lumayan" itu ada pada semestanya juga atau cuma dalam imajinasi pribadi saya saja. 

Namun satu hal yang pasti, kami tak pernah benar-benar meninggalkan satu sama lain. Sementara satu per satu pria dari dating apps berguguran, juga dia putus dengan pacarnya sejak akhir Oktober, kami terus berkencan dan mengobrol secara intens. Drama dan pertengkaran diantara kami cukup sering, tetapi ujung-ujungnya selalu ada jalan untuk kembali. Kadang lewat hal-hal yang tak terduga sama sekali. 

Seperti misalnya, satu waktu saya sudah kesal sekali pada NK dan berniat meninggalkannya. Tapi ketika hendak berjumpa untuk mengungkapkan maksud tersebut, tiba-tiba saya berjumpa dengan kawan lama tanpa sengaja. Kawan lama itu bahkan saya tidak tahu sedang berada di Indonesia karena terakhir bertahun-tahun silam dia masih tinggal di Korea. Kami berbicang sejenak, tetapi sangat krusial untuk menghangatkan hati saya, membuat saya cukup punya kepala dingin untuk tidak memutuskan hubungan dengan NK. 

Kedekatan dengan NK bagi saya adalah ujung dari fase cancel culture yang menimpa sejak Mei 2024. Tak ada lagi hal yang menakutkan dari kena cancel karena saya sudah menemukan tempat bermukim, tempat saya bisa pulang dari segala kekalahan di luar sana. NK bukan perempuan mudah. Sesekali luka akibat perpisahannya bisa kambuh dan berdampak lumayan pada hubungan kami. Namun luka-luka itulah yang mempersatukan kami, yang membuat kami sering relate satu sama lain. 

Sering saya katakan, bahwa relasi dengan NK adalah ujung dari segala pengalaman dan pemikiran saya selama hampir empat puluh tahun hidup. Pemahaman saya diuji sepenuhnya lewat satu manusia saja. Satu orang, yang seluruh dunia bisa terangkum di dalamnya. Membuat saya bisa menjadi mengerti banyak persoalan, mulai perkara atensi, gaya hidup, pengorbanan, kesabaran, penolakan, dan cara-cara menikmati hidup dengan lebih baik. 

Tak ada yang bisa dikatakan indah dari perjalanan bersama NK yang hampir mencapai enam bulan. Namun indah itu apa, bukan perkara tentang yang nikmat dan membikin puas. Yang indah adalah melihat luka yang tak pernah benar-benar hilang, tapi mengering bersama waktu, hasil saling merawat. 

Comments

Popular posts from this blog

Makanya, Mikir! (2025): Cara Populer Menghidupkan Neoliberalisme Intelektual dan "Filsafat Babi"

Makanya, Mikir! karya Cania Citta dan Abigail Limuria telah menjadi salah satu buku nonfiksi yang paling disukai oleh pembaca muda dalam beberapa bulan terakhir. Semangat logika, rasionalitas, dan berpikir kritis adalah pilar dalam buku ini. Sebuah seruan yang menyejukkan di tengah wacana publik yang penuh dengan perselisihan politik dan emosi. Namun, di balik ajakan yang baik itu, ada masalah: buku yang menyerukan ajakan “berpikir kritis” ini justru hampir tak pernah menjadi objek pikiran kritis itu sendiri.  Penerimaannya di tempat umum menunjukkan paradoks yang menarik. Buku ini segera disambut sebagai bacaan yang cerdas tanpa perlu diuji berkat branding intelektual para penulisnya, dua figur yang terkenal di media sosial karena sikap rasional dan ilmiah mereka. Ulasan di toko buku online dan media sosial nyaris semuanya memuji. Di sinilah ironi itu muncul: sebuah buku yang mengajak untuk tidak mudah percaya , justru diterima karena kepercayaan penuh terhadap otoritas...

Komentar atas Madilog (Bab Pendahuluan)

Mokojobi, 15-6-2602. tanggal opisil kini, waktu saya menulis “Madilog’’. Dalam perhitungan “tuan’’ yang sekarang sedang jatuh dari tahta pemerintahan Indonesia itu bersamaan dengan Donderdag Juli 15, 1942. Murid bangsa Indonesia yang bersekolah Arab dekat tempat saya menulis ini, menarikkan pada hari kamis, bulan Radjab 30, 1362. Semua itu memberi gambaran, bahwa Indonesia sebenarnya belum bertanggal berumur sendiri. Indonesia tulen belum timbul dari tenggelamnya berabad-abad itu. Bagian pendahuluan Madilog menunjukkan bagaimana Tan Malaka menulis dengan kesadaran simbolik tentang keadaan bangsa yang belum merdeka. Ia menuliskan tanggal menurut tiga sistem yaitu Jepang, Eropa (Gregorian), dan Hijriah untuk menunjukkan bahwa Indonesia belum memiliki “waktu” dan identitasnya sendiri. Artinya, bangsa ini belum berdiri sebagai subjek sejarah yang otonom; masih bergantung pada sistem dan penanggalan asing. Dengan cara ini, Tan Malaka menyindir kondisi kolonial dan menggugah kesadaran tent...

Apa yang Sedang Dikerjakan Martin Suryajaya dalam Principia Logica?

Buku Principia Logica (2022) terbitan Gang Kabel adalah perluasan disertasi Martin Suryajaya yang berhasil dipertahankan akhir tahun 2021 demi mendapatkan gelar doktor filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Buku tersebut tampak “angker” kemungkinan atas dua alasan: tebalnya yang mencapai delapan ratus-an halaman (dua kali lipat disertasi Martin) dan juga judulnya. Judul tersebut mengandung kata “logica”, yang bisa terbayang isinya adalah tentang logika, tetapi lebih dari itu, logika yang dibahas adalah hal-hal prinsipilnya (“ principia ”). Mengapa menakutkan? Logika sendiri sudah dipandang sebagai hal prinsipil dalam berpikir, sementara yang akan dibahas Martin adalah hal prinsipil yang melandasi logika, sehingga tergambar bahwa isinya adalah: hal prinsipil tentang hal prinsipil .  Atas dasar itu, saya merasa perlu untuk membacanya sampai tuntas dan menuliskan kembali dalam suasana yang “tidak terlalu angker”, supaya setidaknya para pembaca yang kurang familiar dengan t...