Nadya adalah seorang pesimistis yang memandang hari-hari adalah selalu sial baginya. Pandangan semacam ini lumrah saja, dan mungkin gak cuma Nadya, banyak orang juga berpandangan seperti ini. Saya mungkin gak gitu-gitu amat. Kadang ada hari baik, ada hari buruk, tapi secara umum saya adalah orang yang lumayan optimis dalam menghadapi hari-hari. Sampai suatu hari saya pikir cara berpikir Nadya ini agak berbahaya juga, dalam artian, okelah, menganggap hari-hari itu sial boleh saja sebagai mekanisme pertahanan diri, supaya psikis ini senantiasa siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang datang setiap harinya. Tapi setelah direnungkan sungguh-sungguh, kalau kita memandang hari itu ada hari untung, ada hari rugi, seperti misal: kemarin hari-hariku beruntung, hari ini rugi, berarti mungkin besok untung lagi, hari-hari jadinya dipandang dalam kacamata kerancuan penjudi ( gambler's fallacy ): semacam keyakinan bahwa kelak kita akan mengalami keberuntungan hanya karena telah...
Sungai Han yang Menenangkan Kekasihku, Apakah sesungguhnya makna liburan itu sejatinya? Apakah menghabiskan uang? Tentu saja perlu uang, tapi aku tak setuju menyebut "menghabiskan". Karena menghabiskan berarti tidak menukarnya dengan apapun juga. Dan tidak ada apapun yang tidak ditukar dengan apapun. Tidak ada satu halpun di dunia ini yang memberi saja atau menerima saja. Guru yang tidak dibayar sekalipun, sesungguhnya ia mendapat kebahagian dari apa yang sudah ia berikan. Dan apalah artinya uang itu menemukan fungsinya yang sejati, kecuali ditukar dengan pengalaman. Pengalaman adalah hal yang membuat manusia menemukan dinamikanya. Tuhan menciptakan manusia berumur pendek. Sehingga masing-masing dari mereka tak mungkin menjelajahi keseluruhan dari dunia. Namun Tuhan juga menciptakan kelima indra bersama memori untuk menyimpan ingatan. Sehingga apa yang dilihat oleh masing-masingnya, bisa dibagi ke orang lain yang tidak mengalami. Demikian indahnya kehidupan ini, salah satunya...