Nadya adalah seorang pesimistis yang memandang hari-hari adalah selalu sial baginya. Pandangan semacam ini lumrah saja, dan mungkin gak cuma Nadya, banyak orang juga berpandangan seperti ini. Saya mungkin gak gitu-gitu amat. Kadang ada hari baik, ada hari buruk, tapi secara umum saya adalah orang yang lumayan optimis dalam menghadapi hari-hari. Sampai suatu hari saya pikir cara berpikir Nadya ini agak berbahaya juga, dalam artian, okelah, menganggap hari-hari itu sial boleh saja sebagai mekanisme pertahanan diri, supaya psikis ini senantiasa siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang datang setiap harinya. Tapi setelah direnungkan sungguh-sungguh, kalau kita memandang hari itu ada hari untung, ada hari rugi, seperti misal: kemarin hari-hariku beruntung, hari ini rugi, berarti mungkin besok untung lagi, hari-hari jadinya dipandang dalam kacamata kerancuan penjudi ( gambler's fallacy ): semacam keyakinan bahwa kelak kita akan mengalami keberuntungan hanya karena telah...
Bayiku mengajarkan sesuatu tentang dunia
Bahwa hidup ini jauh lebih membahagiakan
Jika kamu tak punya apa-apa
Atau setidaknya hanya punya keinginan-keinginan sederhana saja
Bayiku mengajarkan sesuatu tentang dunia
Bahwa kata-kata cinta tidak punya arti sama sekali
Cinta adalah tentang merawat dan membesarkan
Lewat tindakan sekaligus lewat diam
Bayiku mengajarkan sesuatu tentang dunia
Bahwa eksistensi manusia itu sungguh menyedihkan
Lahir dan mati keduanya ditopang air mata
Tapi kamu bisa menemukan kebahagiaan kecil yang sanggup menghapus segala duka
Seperti menyaksikan sang bayi belajar mengisap puting ibunda untuk kali pertama
Bayiku mengajarkan sesuatu tentang dunia
Bahwa ada perbedaan tipis
Antara menyelamatkan seluruh umat manusia
Dengan mengganti popok ketika dia pipis
.png)
Comments
Post a Comment