Nadya adalah seorang pesimistis yang memandang hari-hari adalah selalu sial baginya. Pandangan semacam ini lumrah saja, dan mungkin gak cuma Nadya, banyak orang juga berpandangan seperti ini. Saya mungkin gak gitu-gitu amat. Kadang ada hari baik, ada hari buruk, tapi secara umum saya adalah orang yang lumayan optimis dalam menghadapi hari-hari. Sampai suatu hari saya pikir cara berpikir Nadya ini agak berbahaya juga, dalam artian, okelah, menganggap hari-hari itu sial boleh saja sebagai mekanisme pertahanan diri, supaya psikis ini senantiasa siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang datang setiap harinya. Tapi setelah direnungkan sungguh-sungguh, kalau kita memandang hari itu ada hari untung, ada hari rugi, seperti misal: kemarin hari-hariku beruntung, hari ini rugi, berarti mungkin besok untung lagi, hari-hari jadinya dipandang dalam kacamata kerancuan penjudi ( gambler's fallacy ): semacam keyakinan bahwa kelak kita akan mengalami keberuntungan hanya karena telah...
25 Ramadhan 1434 H
The Beach (2000) adalah film yang disutradarai oleh Danny Boyle dan bercerita tentang kehidupan di sebuah pantai "rahasia". Di pantai tersebut, sebuah komunitas kecil hidup sebagai bentuk pelarian dari kehidupan perkotaan yang menjemukan. Film yang dibintangi oleh Leonardo di Caprio, Virginie Ledoyen dan Guillaime Canet ini mengambil latar di Pulau Phi-Phi di wilayah Phuket, Thailand.
Motivasi Richard (Leonardo di Caprio) menyeberang ke pantai rahasia tersebut diawali dari keinginannya untuk bertualang di Thailand. Ia menginginkan sebuah petualangan yang benar-benar menantang dan tidak ditopang oleh rasa aman. Keinginannya ini terjawab lewat peta yang diberikan oleh Daffy (Robert Carlyle). Setelah memberikan peta, Daffy bunuh diri dan meninggalkan rasa penasaran dalam diri Richard untuk benar-benar menemukan pulau yang tertera dalam peta tersebut. Ia mengajak kedua turis lainnya, Françoise (Virginie Ledoyen) dan Étienne (Guillaime Canet) untuk ikut menyeberang bersamanya. Ternyata pantai yang diidam-idamkan tidak sesepi yang mereka kira. Ada komunitas yang sudah terlebih dahulu bermukim. Mereka bertiga kemudian mencoba tinggal, beradaptasi, hingga akhirnya merasakan sejumlah keganjilan.
Film ini adalah film yang cukup bermuatan filosofis. Kita diajak untuk merenungkan apa sesungguhnya hakikat dari berkumpul bersama sesama manusia. Komunitas yang tinggal di pantai tersebut pada mulanya bertujuan untuk lepas dari kejenuhan hidup di perkotaan. Namun pelarian tersebut ternyata menciptakan suatu kecenderungan-kecenderungan sosial yang tidak baru sama sekali. Mereka, sebagaimana orang modern di perkotaan pada umumnya, pada akhirnya tetap tumbuh menjadi pribadi yang individualistik dan seperti kata Hobbes, menjadi homo homini lupus (manusia sebagai serigala bagi yang lainnya). Meski punya bahan untuk direnungkan, The Beach bukanlah film yang spesial.
Rekomendasi: Bintang Dua
Film ini adalah film yang cukup bermuatan filosofis. Kita diajak untuk merenungkan apa sesungguhnya hakikat dari berkumpul bersama sesama manusia. Komunitas yang tinggal di pantai tersebut pada mulanya bertujuan untuk lepas dari kejenuhan hidup di perkotaan. Namun pelarian tersebut ternyata menciptakan suatu kecenderungan-kecenderungan sosial yang tidak baru sama sekali. Mereka, sebagaimana orang modern di perkotaan pada umumnya, pada akhirnya tetap tumbuh menjadi pribadi yang individualistik dan seperti kata Hobbes, menjadi homo homini lupus (manusia sebagai serigala bagi yang lainnya). Meski punya bahan untuk direnungkan, The Beach bukanlah film yang spesial.
Rekomendasi: Bintang Dua
Comments
Post a Comment