Nadya adalah seorang pesimistis yang memandang hari-hari adalah selalu sial baginya. Pandangan semacam ini lumrah saja, dan mungkin gak cuma Nadya, banyak orang juga berpandangan seperti ini. Saya mungkin gak gitu-gitu amat. Kadang ada hari baik, ada hari buruk, tapi secara umum saya adalah orang yang lumayan optimis dalam menghadapi hari-hari. Sampai suatu hari saya pikir cara berpikir Nadya ini agak berbahaya juga, dalam artian, okelah, menganggap hari-hari itu sial boleh saja sebagai mekanisme pertahanan diri, supaya psikis ini senantiasa siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang datang setiap harinya. Tapi setelah direnungkan sungguh-sungguh, kalau kita memandang hari itu ada hari untung, ada hari rugi, seperti misal: kemarin hari-hariku beruntung, hari ini rugi, berarti mungkin besok untung lagi, hari-hari jadinya dipandang dalam kacamata kerancuan penjudi ( gambler's fallacy ): semacam keyakinan bahwa kelak kita akan mengalami keberuntungan hanya karena telah...
22 Ramadhan 1434 H
Death Proof adalah film yang disutradari oleh Quentin Tarantino dan ambil bagian dalam paket bernama Grindhouse. Dalam paket Grindhouse tersebut, selain Death Proof, terdapat film lain yakni Planet Terror yang disutradarai oleh Robert Roriguez -agaknya Tarantino dan Rodriguez meniru gaya pemutaran jaman dahulu yang sering memaketkan dua film dalam satu pertunjukkan-. Keduanya sama-sama film yang tidak mementingkan isi cerita. Mereka berdua sebagai sutradara "spesialis B-movie" sedang ingin bermain-main dengan segala aspek yang biasa ada di film-film kelas dua seperti titik berat pada seks dan kekerasan. Hal tersebut kemudian ditunjang dengan visualisasi yang sengaja dibuat buruk seolah-olah film berkualitas rendah.
Death Proof bisa saja dikategorikan sebagai slasher film karena berkaitan dengan pembunuhan demi pembunuhan saja. Tapi kejeniusan Tarantino terlihat dari bagaimana ia menciptakan figur pembunuh berantai yang tidak umum. Alih-alih dengan senjata seperti pisau atau kail, pembunuh dalam film Death Proof yakni Stuntman Mike (Kurt Russell) menggunakan mobil Chevy Nova SS 396 tahun 1971 sebagai alat penjagalnya. Seperti pada umumnya slasher film, sasaran Stuntman Mike juga perempuan-perempuan muda dan cantik yang sedang bersenang-senang.
Barangkali bagi mereka yang tidak tahu karakteristik film-film Tarantino, Death Proof akan benar-benar dianggap sebagai film berkualitas rendah. Namun bagi mereka yang sudah kenyang bagaimana Tarantino berkreasi di film-filmnya seperti Reservoir Dogs, Pulp Fiction, Jackie Brown dan Kill Bill, pasti tahu bahwa segala "kejelekan" yang dibuat dalam Death Proof dilakukan dengan penuh kesengajaan. Tarantino sukses menjadi sutradara yang seolah-olah anti-art karena menyuguhkan estetika yang jauh dari arus besar film-film Hollywood.
Rekomendasi: Bintang Dua

Comments
Post a Comment