Skip to main content

Posts

Perkara Hari Untung dan Hari Rugi

Nadya adalah seorang pesimistis yang memandang hari-hari adalah selalu sial baginya. Pandangan semacam ini lumrah saja, dan mungkin gak cuma Nadya, banyak orang juga berpandangan seperti ini. Saya mungkin gak gitu-gitu amat. Kadang ada hari baik, ada hari buruk, tapi secara umum saya adalah orang yang lumayan optimis dalam menghadapi hari-hari. Sampai suatu hari saya pikir cara berpikir Nadya ini agak berbahaya juga, dalam artian, okelah, menganggap hari-hari itu sial boleh saja sebagai mekanisme pertahanan diri, supaya psikis ini senantiasa siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang datang setiap harinya.  Tapi setelah direnungkan sungguh-sungguh, kalau kita memandang hari itu ada hari untung, ada hari rugi, seperti misal: kemarin hari-hariku beruntung, hari ini rugi, berarti mungkin besok untung lagi, hari-hari jadinya dipandang dalam kacamata kerancuan penjudi ( gambler's fallacy ): semacam keyakinan bahwa kelak kita akan mengalami keberuntungan hanya karena telah...

Jumat Apresiasi Musik: Bereksplorasi Bersama Tesla Manaf

Pada hari Jumat, 16 Februari itu, saya diminta oleh Kang Djaelani untuk mengisi forum bernama Jurasik atau Jumat Apresiasi Musik. Acara yang katanya diadakan setiap bulan di minggu ketiga tersebut diadakan di Jendela Ide, Sasana Budaya Ganesha. Secara umum, Jurasik merupakan forum yang menampilkan berbagai musisi atau kelompok musik untuk kemudian diapresiasi sekaligus ditanggapi.  Pada Jurasik kemarin itu, yang tampil adalah musisi yang lebih dikenal sebagai gitaris jazz, Tesla Manaf. Acara dimulai cukup ngaret karena seperti biasa, menunggu lebih banyak audiens untuk hadir. Setelah acara dibuka oleh Kang Djaelani selaku inisiator dan juga salah satu penanggap, Tesla langsung tampil memainkan bebunyian, berduet dengan pemain drum Rio Abror.  Iya, Tesla tidak bermain gitar. Ia memainkan seperangkat alat yang menghasilkan bunyi-bunyi yang jauh dari kenyamanan. Kita bisa katakan, Tesla tengah memainkan sesuatu yang di luar kebiasaannya. Dari seperangkat alat yang d...

Definisi Seni yang Kubaca dan Kudengar

  Kata manusia yang tinggal di gua, seni adalah gambaran dan harapan tentang cuaca dan hewan buruan. Kata dramawan Yunani, seni adalah ketika orang kaya memainkan tragedi, dan orang miskin memainkan komedi. Kata Plato, seni adalah ekspresi yang diturunkan dari dunia ide, tempat kita pernah hidup, sebelum lahir ke alam eksistensi ini. Kata Aristoteles, seni adalah segala yang simetris, yang bentuk-bentuknya bisa diukur secara matematis. Kata orang-orang Persia, seni adalah cara untuk mengagungkan kekuasaan sang raja. Kata peradaban Islam, seni adalah kerendahan hati agar ciptaanmu tidak menandingi ciptaan-Nya. Kata Gian Lorenzo Bernini, seni adalah bagaimana kamu bisa memuaskan selera keluarga Medici. Kata Immanuel Kant, seni adalah segala sesuatu yang tidak punya fungsi dan kepentingan. Kata Arthur Schopenhauer, seni adalah cara untuk menyadari, bahwa eksistensi manusia adalah begitu menyedihkan. Kata Friedrich Nietzsche, seni adalah gejolak Dyonisian, yang dalam mabuknya ...

Mengapresiasi Mercusuar Merah: Ikhtiar akan Teater Perubahan

Di sebuah acara bernama Malam Ide yang diselenggarakan oleh Pusat Kebudayaan Prancis di Bandung, saya dengan semangat mengundang Mercusuar Merah untuk mengisi salah satu mata acara dengan menampilkan teater. Teaternya seperti apa, saya tidak benar-benar tahu. Saya hanya kenal baik sosok di baliknya: Mohamad Chandra Irfan, pribadi yang progresif, revolusioner, dan kritis terhadap bentuk-bentuk teater yang terlampau konvensional.  Lalu saya, kami semua, pengunjung Malam Ide, benar-benar menantikan apa yang akan ditampilkan Chandra dan kawan-kawan. Properti mereka sederhana sekali: hanya kursi-kursi yang memang sudah ada, baju-baju yang digantung, serta mikrofon. Lalu lagu berjudul Internationale diputar pertanda pertunjukan dimulai. Para pemain tidak langsung tampil di atas panggung. Mereka menyalami semua hadirin dulu dengan berkeliling seperti sedang halal bi halal.  Chandra kemudian mengendalikan mikrofon. Ia bicara tidak dengan dramatisasi vokal yang biasa...

Kelas Kajian Eksistensialisme: Nietzsche Ya Nietzsche

*) Ditulis sebagai pengantar Kelas Kajian Eksistensialisme: Friedrich Nietzsche di Garasi10, 8 Januari 2018. Nietzsche dan Eksistensialisme  Ketika membicarakan para pemikir eksistensialisme, nama Friedrich Nietzsche (1844 - 1900) tidak selalu secara otomatis dikait-kaitkan. Alasannya, kemungkinan, selain dia tidak sering membawa-bawa kata “eksistensi” dalam tulisan-tulisannya, Nietzsche juga tampak sebagai pemikir yang soliter dan berdikari di tengah sejarah pemikiran - artinya, ia tidak mudah digolongkan pada “isme-isme” apapun. Nietzsche ya Nietzche-.  Pertanyaannya, mengapa ia tampak sebagai pemikir yang soliter dan berdikari? Ada beberapa penyebab: Pertama, Nietzsche benar-benar otentik. Ia menulis dalam suatu rasa muak yang kuat terhadap zaman, sehingga kita yang membacanya, turut merasakan mual di perut. Tulisannya benar-benar mencerminkan suatu kemarahan yang hebat dan merusak - yang membuat siapapun rasanya tidak mungkin membaca Nietzsche dalam seka...

Anies Baswedan dan Akechi Mitsuhide

  Masa kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta memang baru sebentar. Namun kritik tajam yang dialamatkan tidak kunjung berhenti. Anies seperti bingung bagaimana cara memimpin Jakarta, terlebih lagi dibayang-bayangi oleh pemerintahan sebelumnya yang cukup keras, tegas, dan memberikan sejumlah perubahan signifikan. Kebingungan Anies memang sedikit banyak sudah diprediksi dari sebelum naik jabatan. Anies, tanpa punya latar belakang birokrasi yang cukup, tiba-tiba mencalonkan diri menjadi gubernur setelah sebelumnya lebih dikenal berkecimpung di dunia pendidikan. Naiknya Anies juga ditandai oleh sejumlah isu intoleran yang menyerang calon gubernur incumbent , Ahok. Ahok - yang berlatarbelakang Tionghoa dan Kristen -, diserang habis-habisan lewat mobilisasi massa besar-besaran yang lebih terlihat sebagai sebuah aksi politik daripada agama.  Detail kejadian itu, kita semua sudah tahu. Tidak perlu dipaparkan lebih lanjut. Hanya saja telikung politik semacam ini s...

Akademisi dan Bigotri

  Awal mula saya menuliskan ini, pertama-tama yang saya cari adalah asal kata " bigot ". Wiktionary menyebut bigot sebagai kata yang berasal dari Bahasa Prancis Kuno yang disematkan pada orang yang mempunyai pandangan religius yang hipokrit. Bigot juga diartikan sebagai orang dengan sikap intoleran dan berpandangan penuh kebencian pada kubu yang berseberangan dengannya secara ideologis. Bigot , dalam Bahasa Indonesia, sinonimnya sangat sederhana: fanatik. Lalu sebuah status yang ditulis oleh dosen Fakultas Ilmu Budaya UNPAD kemarin, Aquarini Priyatna, menggelitik benak saya. Isi status tersebut kira-kira menyebutkan tentang bahaya orang-orang berpendidikan tinggi yang terjangkiti bigotri (ke- bigot -an). Status tersebut juga ternyata menjadi pertanyaan saya sudah sejak lama: Mengapa pendidikan yang tinggi tidak menjadi jaminan seseorang untuk berpikiran lebih terbuka? Dalam pengamatan saya yang sederhana, setidaknya dari kampus yang pernah saya gauli, bigotri itu tidak ...

Terima Kasih, 2017!

Tahun 2017 adalah tahun yang akan saya ingat untuk selamanya. Tahun ini memberikan banyak pengalaman dan pelajaran. Dimulai dari tanggal 12 Maret, saat itu saya dan keluarga sedang enak-enak makan di Sushi Tei. Muncul pesan via line yang berisi berita bahwa sejumlah mahasiswa sedang berdemonstrasi terkait kasus perampasan buku oleh rektorat yang berujung pada skorsing. Saya tinggalkan acara hedonistik itu dan bergegas ke Jalan Japati. Di sana sudah berkumpul puluhan mahasiswa yang memrotes skorsing. Niat saya hanya lihat-lihat, tapi akhirnya terlibat. Turut melakukan orasi, meski isinya cuma standar dan begitu-begitu saja. Besoknya foto saya pegang toa muncul di media daring dengan tajuk provokatif Dosen Telkom Pimpin Komunisme . Saya telpon redaksi karena merasa keberatan. Dengan dibantu Bilven Sandalista, akhirnya redaksi mengerti dan membuat berita klarifikasi dengan judul Dosen Telkom University Bukan Pendukung Komunis (masih ada jika digoogling). Sementara itu, berita sebelumnya ...