Skip to main content

Komentar atas Madilog (Bab Filsafat)

Tetapi memakai Engels buat penunjuk jalan, bisalah kita terhindar dari kekacauan dan membuang-buang waktu. Engels, sekarang terkenal sebagai co-creator, sama membangun, dengan Marx, sebetulnya dalam filsafat banyak sekali meninggalkan pusaka. Karl Marx terkenal sebagai bapak Dialektis Materialisme dan Surplus Value, yakni Nilai-Ber-Lebih, nilai yang diterbitkan oleh buruh, tetapi dimiliki oleh kapitalis. Engels, pendiam, pembelakang, selalu berdiri di belakang kawannya Marx, tetapi setia dan jujur, meneruskan mengarang "Das Kapital", yang belum habis ditinggalkan Marx, karena ia meninggal. Engels sendiri menulis beberapa buku berhubung dengan filsafat "Anti Duhring" dan "Ludwig Feurbach" sejarah dan ekonomi. Tan Malaka menempatkan Friedrich Engels sebagai sosok kunci dalam menuntun manusia keluar dari kekacauan berpikir mistik menuju pemahaman filsafat yang ilmiah dan materialis. Dengan menyebut Engels sebagai “penunjuk jalan,” ia menegaskan pentingnya p...

Definisi Seni yang Kubaca dan Kudengar

 

Kata manusia yang tinggal di gua, seni adalah gambaran dan harapan tentang cuaca dan hewan buruan.

Kata dramawan Yunani, seni adalah ketika orang kaya memainkan tragedi, dan orang miskin memainkan komedi.

Kata Plato, seni adalah ekspresi yang diturunkan dari dunia ide, tempat kita pernah hidup, sebelum lahir ke alam eksistensi ini.

Kata Aristoteles, seni adalah segala yang simetris, yang bentuk-bentuknya bisa diukur secara matematis.

Kata orang-orang Persia, seni adalah cara untuk mengagungkan kekuasaan sang raja.

Kata peradaban Islam, seni adalah kerendahan hati agar ciptaanmu tidak menandingi ciptaan-Nya.

Kata Gian Lorenzo Bernini, seni adalah bagaimana kamu bisa memuaskan selera keluarga Medici.

Kata Immanuel Kant, seni adalah segala sesuatu yang tidak punya fungsi dan kepentingan.

Kata Arthur Schopenhauer, seni adalah cara untuk menyadari, bahwa eksistensi manusia adalah begitu menyedihkan.

Kata Friedrich Nietzsche, seni adalah gejolak Dyonisian, yang dalam mabuknya itu, manusia menemukan kedalaman.

Kata Martin Heidegger, seni adalah kegelisahan manusia yang takut akan mati.

Kata Joseph Goebbels, seni adalah propaganda agar bangsa Aria semakin bangga akan dirinya.

Kata Vladimir Lenin, seni adalah sesuatu yang harus kita arahkan kepentingannya pada rakyat, dan tidak malah menjadi ilusi bagi kesadaran mereka.

Kata Andrei Zdhanov, seni adalah glorifikasi bagi ideologi. Pemujaan terhadap komunisme yang pasti akan jaya.

Kata Pablo Picasso, seni adalah segala yang tertanam pada diri anak-anak, sebelum hilang pelan-pelan ketika masuk fase kedewasaan.

Kata Vincent Van Gogh, seni itu barang tidak laku. Bikin frustrasi sampai harus potong kuping sendiri.

Kata Jean Michel Basquiat, seni adalah ketika Andy Warhol mengatakan itu adalah seni.

Kata Andy Warhol, seni bisa jadi adalah makanan kalengmu sendiri

Kata Museum Louvre, seni adalah Monalisa yang dipajang, yang membuatmu merasa terhormat berdiri di depannya.

Kata Oscar Wilde, bukan seni yang mengimitasi hidup, tapi hiduplah yang mengimitasi seni.

Kata Marcel Duchamp, seni adalah apapun yang dipajang di galeri, termasuk tempat kencingmu sendiri.

Kata Bertolt Brecht, seni tidak mungkin terjadi, tanpa sebelumnya kenyang oleh roti.

Kata Augusto Boal, seni adalah forum tempat rakyat menyuarakan pendapatnya.

Kata Jackson Pollock, seni adalah coretan ngasal yang harganya bisa bermiliar-miliar.

Kata Arthur Danto, seni sudah mati.

Kata pelukis Mooi Indie, seni adalah kemolekan alam nusantara, untuk kita jual itu pada pihak kolonial.

Kata Sudjojono, seni adalah jiwa kethok.

Kata Fabianus Heatubun, seni adalah produk seniman yang posisinya dalam masyarakat adalah selayaknya begawan.

Kata Arief Yudi, seni adalah partisipasi warga Jatiwangi, yang jikapun partisipasi ini menjadi masalah, maka ia tinggal pulang ke rumah ibunya sendiri.

Kata Mohamad Sonjaya, seni adalah cara untuk menghaluskan perasaan.

Kata Tisna Sanjaya, seni adalah doa.

Kata tim sukses pilwalkot, seni adalah bagaimana membuat warga ingat wajah dan nomor mana yang harus dicoblos di kemudian hari.

Kata Jalu Rohanda, seni adalah bukan main di televisi di acara Uya Kuya.

Kata Opik Bape, seni adalah segala harmoni yang ditimbulkan dari keakraban di Ruang Putih.

Kata Dwi Cahya Yuniman, seni adalah jazz.

Kata Yampan, pegawai di rumah, seni adalah membantu Bapak mengerjakan karya.

Kata Bapakku, seni adalah tai.

Tapi tanpa tai, manusia tidak dapat hidup.

Comments

Popular posts from this blog

Makanya, Mikir! (2025): Cara Populer Menghidupkan Neoliberalisme Intelektual dan "Filsafat Babi"

Makanya, Mikir! karya Cania Citta dan Abigail Limuria telah menjadi salah satu buku nonfiksi yang paling disukai oleh pembaca muda dalam beberapa bulan terakhir. Semangat logika, rasionalitas, dan berpikir kritis adalah pilar dalam buku ini. Sebuah seruan yang menyejukkan di tengah wacana publik yang penuh dengan perselisihan politik dan emosi. Namun, di balik ajakan yang baik itu, ada masalah: buku yang menyerukan ajakan “berpikir kritis” ini justru hampir tak pernah menjadi objek pikiran kritis itu sendiri.  Penerimaannya di tempat umum menunjukkan paradoks yang menarik. Buku ini segera disambut sebagai bacaan yang cerdas tanpa perlu diuji berkat branding intelektual para penulisnya, dua figur yang terkenal di media sosial karena sikap rasional dan ilmiah mereka. Ulasan di toko buku online dan media sosial nyaris semuanya memuji. Di sinilah ironi itu muncul: sebuah buku yang mengajak untuk tidak mudah percaya , justru diterima karena kepercayaan penuh terhadap otoritas...

Komentar atas Madilog (Bab Pendahuluan)

Mokojobi, 15-6-2602. tanggal opisil kini, waktu saya menulis “Madilog’’. Dalam perhitungan “tuan’’ yang sekarang sedang jatuh dari tahta pemerintahan Indonesia itu bersamaan dengan Donderdag Juli 15, 1942. Murid bangsa Indonesia yang bersekolah Arab dekat tempat saya menulis ini, menarikkan pada hari kamis, bulan Radjab 30, 1362. Semua itu memberi gambaran, bahwa Indonesia sebenarnya belum bertanggal berumur sendiri. Indonesia tulen belum timbul dari tenggelamnya berabad-abad itu. Bagian pendahuluan Madilog menunjukkan bagaimana Tan Malaka menulis dengan kesadaran simbolik tentang keadaan bangsa yang belum merdeka. Ia menuliskan tanggal menurut tiga sistem yaitu Jepang, Eropa (Gregorian), dan Hijriah untuk menunjukkan bahwa Indonesia belum memiliki “waktu” dan identitasnya sendiri. Artinya, bangsa ini belum berdiri sebagai subjek sejarah yang otonom; masih bergantung pada sistem dan penanggalan asing. Dengan cara ini, Tan Malaka menyindir kondisi kolonial dan menggugah kesadaran tent...

Apa yang Sedang Dikerjakan Martin Suryajaya dalam Principia Logica?

Buku Principia Logica (2022) terbitan Gang Kabel adalah perluasan disertasi Martin Suryajaya yang berhasil dipertahankan akhir tahun 2021 demi mendapatkan gelar doktor filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Buku tersebut tampak “angker” kemungkinan atas dua alasan: tebalnya yang mencapai delapan ratus-an halaman (dua kali lipat disertasi Martin) dan juga judulnya. Judul tersebut mengandung kata “logica”, yang bisa terbayang isinya adalah tentang logika, tetapi lebih dari itu, logika yang dibahas adalah hal-hal prinsipilnya (“ principia ”). Mengapa menakutkan? Logika sendiri sudah dipandang sebagai hal prinsipil dalam berpikir, sementara yang akan dibahas Martin adalah hal prinsipil yang melandasi logika, sehingga tergambar bahwa isinya adalah: hal prinsipil tentang hal prinsipil .  Atas dasar itu, saya merasa perlu untuk membacanya sampai tuntas dan menuliskan kembali dalam suasana yang “tidak terlalu angker”, supaya setidaknya para pembaca yang kurang familiar dengan t...