Setelah dua tahun tidak ada kegiatan mengajar akibat kena cancel , akhirnya saya dapat kesempatan mengajar lagi. Situasinya memang sudah sangat berbeda. Dulu mengajar di kampus, kelas-kelas di ruang publik, dan platform Zoom untuk umum, sekarang privat online untuk satu orang. Pada murid privat bernama Zam Zam tersebut, saya minta izin supaya partner saya, Nadya, dibolehkan untuk ikut kelas. Alasannya, pertama, supaya Nadya mendapat semangat belajar kembali dan kedua, ya supaya kelas agak lebih ramai saja. Syukurlah, Zam Zam membolehkan. Kelas apa gerangan yang saya berikan untuk privat daring itu? Menariknya, Zam Zam, yang sebentar lagi skripsi double degree untuk bidang psikologi Islam dan pendidikan Islam, ingin semacam bimbingan penelitian. Akhirnya saya berikan materi tentang filsafat ilmu dan metodologi penelitian untuk tiga pertemuan dalam seminggu dan ini akan dilakukan entah hingga berapa bulan ke depan. Yang pasti, Zam Zam baru akan mengerjakan skripsi secara resmi seki...
Judul Buku : Nasib Manusia
Genre : Biografi
Objek Kajian : Kisah hidup Awal Uzhara
Penulis : Syarif Maulana
Penerbit : Publika Edu Media
ISBN : 978 - 602 - 14138 - 6 - 9
Tahun Terbit : 2014
Jumlah Halaman : 120
Harga : Rp. 40.000
Ulasan
Awal Uzhara adalah orang besar sekaligus bukan siapa-siapa. Orang besar karena ia adalah satu dari sedikit penerima beasiswa untuk bersekolah di VGIK, Moskow yang merupakan institut sinematografi tertua di dunia. Selain aktivitasnya di dunia akting dan penyutradaraan, Awal Uzhara juga turut berjasa menyebarkan kebudayaan Indonesia di Rusia lewat kegiatan mengajarnya di Universitas Negeri Moskow. Awal Uzhara adalah juga sekaligus bukan siapa-siapa oleh sebab nasibnya yang terkatung-katung di negeri orang. Kewarganegaraannya dicabut oleh pemerintah Indonesia sehingga lebih dari lima puluh tahun tidak bisa pulang ke Indonesia.
Buku ini memuat seluruh kisah hidupnya yang penuh paradoks. Ia adalah orang yang diingat sekaligus dilupakan. Dihormati sekaligus dinistakan. Dicintai sekaligus dibenci. Buku ini bukan semata-mata tentang sinematografi, akting, film, kebudayaan, ataupun nasionalisme. Kita sedang membaca sesuatu yang lebih hakiki daripada itu semua. Kita sedang membaca sebuah kehidupan. Kita sedang membaca nasib manusia.
Buku ini memuat seluruh kisah hidupnya yang penuh paradoks. Ia adalah orang yang diingat sekaligus dilupakan. Dihormati sekaligus dinistakan. Dicintai sekaligus dibenci. Buku ini bukan semata-mata tentang sinematografi, akting, film, kebudayaan, ataupun nasionalisme. Kita sedang membaca sesuatu yang lebih hakiki daripada itu semua. Kita sedang membaca sebuah kehidupan. Kita sedang membaca nasib manusia.
Testimoni
Awal Uzhara sudah cukup lama tinggal di Rusia. Dia tahu betul tentang Rusia termasuk juga segala kekurangannya. Walaupun demikian, mencintai Rusia dengan sepenuh hati sudah menjadi hal yang biasa baginya. Disini, di Indonesia, Awal Uzhara tidak henti-hentinya membagikan pengetahuan tentang sastra dan sinematografi Rusia, serta kecintaannya terhadap Rusia kepada generasi muda Indonesia.
- Vyacheslav Tuchnin (Direktur Pusat Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Rusia Jakarta)
Seandainya Awal Uzhara adalah sebuah peribahasa, kita akan menemukan to live to the absolute fullest. Beliau adalah sosok yang sangat luar biasa dan menginspirasi kami. Usia dan kondisi fisiknya tak menghalanginya untuk terus mendedikasikan diri dan memberikan ilmu untuk kami. Berkah luar biasa bagi kami bisa mendapat pengajar seperti Bapak. Beliau tidak hanya mengajarkan kami bahasa dan budaya Rusia tetapi juga mengajarkan banyak pelajaran hidup.
- Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Rusia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Angkatan 2012
Penggambaran yang luas, komprehensif, dan juga mendalam tentang salah satu tokoh perfilman Indonesia yang mendalami sejarah, budaya, dan perfilman Rusia selama lima puluh tahun. Beliau merupakan tokoh yang sangat langka dan seorang legenda hidup.
- Tobing Jr. (Penggiat Komunitas LayarKita)

Comments
Post a Comment