Setelah dua tahun tidak ada kegiatan mengajar akibat kena cancel , akhirnya saya dapat kesempatan mengajar lagi. Situasinya memang sudah sangat berbeda. Dulu mengajar di kampus, kelas-kelas di ruang publik, dan platform Zoom untuk umum, sekarang privat online untuk satu orang. Pada murid privat bernama Zam Zam tersebut, saya minta izin supaya partner saya, Nadya, dibolehkan untuk ikut kelas. Alasannya, pertama, supaya Nadya mendapat semangat belajar kembali dan kedua, ya supaya kelas agak lebih ramai saja. Syukurlah, Zam Zam membolehkan. Kelas apa gerangan yang saya berikan untuk privat daring itu? Menariknya, Zam Zam, yang sebentar lagi skripsi double degree untuk bidang psikologi Islam dan pendidikan Islam, ingin semacam bimbingan penelitian. Akhirnya saya berikan materi tentang filsafat ilmu dan metodologi penelitian untuk tiga pertemuan dalam seminggu dan ini akan dilakukan entah hingga berapa bulan ke depan. Yang pasti, Zam Zam baru akan mengerjakan skripsi secara resmi seki...
Tanda tangan Pablo Picasso, diambil dari sini
Bayangkan bayangkan, sebuah dunia tanpa tandatangan. Barangkali tiada yang dinamakan seniman. Semua membuat barang bersama, semua bermain musik bersama (sekaligus menciptanya), semua menyanyi samasama. Lalu entah kesadaran darimana (kemungkinan Renaissans), manusia menganggap dirinya unik dan berbeda satu sama lain. Individu tampil ke permukaan dan membuat pelbagai kepemilikan. Heidegger sempat merenungkan, bahwa dunia ini satu pada mulanya. Tapi manusia ingin mengeksploitasi semesta ini, maka itu memecah belah segalanya menjadi banyak nama dan istilah. Tiada dulu itu tanah, air, langit, pohon, waktu, atau binatang. Manusialah yang menamai, agar mudah tuk dikuasai. Seniman ada, profesi seniman maksudnya, barangkali karena telah dikenal yang namanya tandatangan. Ketika dalam sebuah karya diguratkan goresan tangan (yang katanya menunjukkan keunikan yang tak mungkin disamai manusia satu dan lainnya), maka si karya jadi ada pemiliknya.
Tandatangan ternyata sukses melegitimasi keserakahan manusia dalam mengeksploitasi semesta. Satpol PP ribut dengan rakyat karena urusan tandatangan. Jerman kalah perang dan bangkrut habis di PD I, lalu menandatangani "surat kekalahan" dari sekutu. Alex Ferguson pernah kecewa berat dan menyesal hingga hari ini, karena Paul Gascoigne akhirnya memilih menandatangani kontrak dengan Tottenham Hotspurs alih-alih Manchester United. Titah presiden untuk menaikkan harga bensin, pasti juga bertandatangan sebagai penanda kekuasaan. Kasus plagiat akademik yang marak baru-baru ini, ada andil tandatangan disana. Padahal pernahkah merenungkan, jika yang namanya tandatangan tiada, tiada pula yang bernama plagiat?
Tapi anehnya orang Indonesia, jika memang yakin kepemilikan apa-apa di bumi ini dibuktikan oleh tandatangan, kenapa ribut-ribut banyak kekayaan tradisional itu dicuri oleh negara tetangga?
(Curhat ngawur yang terinspirasi oleh susahnya dapat tandatangan para dosen untuk sidang usulan penelitian)
Tapi anehnya orang Indonesia, jika memang yakin kepemilikan apa-apa di bumi ini dibuktikan oleh tandatangan, kenapa ribut-ribut banyak kekayaan tradisional itu dicuri oleh negara tetangga?
(Curhat ngawur yang terinspirasi oleh susahnya dapat tandatangan para dosen untuk sidang usulan penelitian)
Dan tidak boleh berubah, pula.
ReplyDelete