Nadya adalah seorang pesimistis yang memandang hari-hari adalah selalu sial baginya. Pandangan semacam ini lumrah saja, dan mungkin gak cuma Nadya, banyak orang juga berpandangan seperti ini. Saya mungkin gak gitu-gitu amat. Kadang ada hari baik, ada hari buruk, tapi secara umum saya adalah orang yang lumayan optimis dalam menghadapi hari-hari. Sampai suatu hari saya pikir cara berpikir Nadya ini agak berbahaya juga, dalam artian, okelah, menganggap hari-hari itu sial boleh saja sebagai mekanisme pertahanan diri, supaya psikis ini senantiasa siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk yang datang setiap harinya. Tapi setelah direnungkan sungguh-sungguh, kalau kita memandang hari itu ada hari untung, ada hari rugi, seperti misal: kemarin hari-hariku beruntung, hari ini rugi, berarti mungkin besok untung lagi, hari-hari jadinya dipandang dalam kacamata kerancuan penjudi ( gambler's fallacy ): semacam keyakinan bahwa kelak kita akan mengalami keberuntungan hanya karena telah...
1
Kala Descartes bilang, binatang tak punya kesadaran
: Ia cuma seonggok benda mekanik yang makan dan berjalan
Maka Muhammad datang dengan untanya namanya Al-Qishwa
Beliau bingung: di Madinah, semua warga menawarinya tempat berlindung
Maka silakan wahai unta, carikan tempat tinggal yang baik untukku
Tempat nantinya akan berdiri masjid yang disesaki orang sujud dan ruku
2
Kant berkata lantang
: Baik adalah jika kau memberitahu polisi tentang kejahatan kawanmu yang bersembunyi di rumah
Sartre berujar lebih tenang
: Baik adalah jika kau menjadi biarawan atas pilihanmu sendiri dan bertanggungjawab atas pilihan itu
Muhammad bergerak dalam diam
: Baik adalah menjenguk orang sakit
Meski ia rajin melemparimu dengan tahi
3
Ya Rasulullah, dewasa ini sebahagiaan kaum-mu semakin pemarah
Emosian bukan kepalang
Perlukah kuceritakan lagi kisah Kakek Yahudi yang netra lagi renta?
: Yang memfitnahmu dengan sebutan Majnun pada orang-orang di pasar
Kau datang padanya tanpa bicara
Membawa makanan yang kau kunyah terlebih dahulu agar halus
Sebelum disuapkan pada mulut kakek yang tak berhenti mencerca
Setelah kenyang kau tidurkan dia dengan usapan tulus
Allahumma shalli 'ala Muhammad wa ala 'aali Muhammad
Kala Descartes bilang, binatang tak punya kesadaran
: Ia cuma seonggok benda mekanik yang makan dan berjalan
Maka Muhammad datang dengan untanya namanya Al-Qishwa
Beliau bingung: di Madinah, semua warga menawarinya tempat berlindung
Maka silakan wahai unta, carikan tempat tinggal yang baik untukku
Tempat nantinya akan berdiri masjid yang disesaki orang sujud dan ruku
2
Kant berkata lantang
: Baik adalah jika kau memberitahu polisi tentang kejahatan kawanmu yang bersembunyi di rumah
Sartre berujar lebih tenang
: Baik adalah jika kau menjadi biarawan atas pilihanmu sendiri dan bertanggungjawab atas pilihan itu
Muhammad bergerak dalam diam
: Baik adalah menjenguk orang sakit
Meski ia rajin melemparimu dengan tahi
3
Ya Rasulullah, dewasa ini sebahagiaan kaum-mu semakin pemarah
Emosian bukan kepalang
Perlukah kuceritakan lagi kisah Kakek Yahudi yang netra lagi renta?
: Yang memfitnahmu dengan sebutan Majnun pada orang-orang di pasar
Kau datang padanya tanpa bicara
Membawa makanan yang kau kunyah terlebih dahulu agar halus
Sebelum disuapkan pada mulut kakek yang tak berhenti mencerca
Setelah kenyang kau tidurkan dia dengan usapan tulus
Allahumma shalli 'ala Muhammad wa ala 'aali Muhammad
Comments
Post a Comment