Setelah dua tahun tidak ada kegiatan mengajar akibat kena cancel , akhirnya saya dapat kesempatan mengajar lagi. Situasinya memang sudah sangat berbeda. Dulu mengajar di kampus, kelas-kelas di ruang publik, dan platform Zoom untuk umum, sekarang privat online untuk satu orang. Pada murid privat bernama Zam Zam tersebut, saya minta izin supaya partner saya, Nadya, dibolehkan untuk ikut kelas. Alasannya, pertama, supaya Nadya mendapat semangat belajar kembali dan kedua, ya supaya kelas agak lebih ramai saja. Syukurlah, Zam Zam membolehkan. Kelas apa gerangan yang saya berikan untuk privat daring itu? Menariknya, Zam Zam, yang sebentar lagi skripsi double degree untuk bidang psikologi Islam dan pendidikan Islam, ingin semacam bimbingan penelitian. Akhirnya saya berikan materi tentang filsafat ilmu dan metodologi penelitian untuk tiga pertemuan dalam seminggu dan ini akan dilakukan entah hingga berapa bulan ke depan. Yang pasti, Zam Zam baru akan mengerjakan skripsi secara resmi seki...
Aku pernah berkata pada diri
Hidup ini sederhana saja
Jalani aturan, hindari larangan
Ikuti malaikat, jauhi setan
Oh, aku mengerti sekarang
Itulah sebab mengapa aku tak sanggup memainkan blues
Aku bekerja sepanjang hari
Menghitung uang apakah sebanding dengan peluh yang terbuang
Kutatap masa depan dengan sinar mata cemerlang
Kehidupan jelas terbentang diterangi oleh senter tabungan
Oh, aku mengerti sekarang
Itulah sebab mengapa aku tak sanggup memainkan blues
Aku pernah berpikir tentang kematian
Tentang duka nestapa dan penderitaan
Tapi kubiarkan mereka terbenam
Dalam derap langkah keseharian
Oh, aku mengerti sekarang
Itulah sebab mengapa aku tak sanggup memainkan blues
Kemari kesana
Hingga berkesimpulan
Tak mungkin Tuhan ada
Oh, aku mengerti sekarang
Itulah sebab mengapa aku tak sanggup memainkan blues
.png)
Comments
Post a Comment