Setelah dua tahun tidak ada kegiatan mengajar akibat kena cancel , akhirnya saya dapat kesempatan mengajar lagi. Situasinya memang sudah sangat berbeda. Dulu mengajar di kampus, kelas-kelas di ruang publik, dan platform Zoom untuk umum, sekarang privat online untuk satu orang. Pada murid privat bernama Zam Zam tersebut, saya minta izin supaya partner saya, Nadya, dibolehkan untuk ikut kelas. Alasannya, pertama, supaya Nadya mendapat semangat belajar kembali dan kedua, ya supaya kelas agak lebih ramai saja. Syukurlah, Zam Zam membolehkan. Kelas apa gerangan yang saya berikan untuk privat daring itu? Menariknya, Zam Zam, yang sebentar lagi skripsi double degree untuk bidang psikologi Islam dan pendidikan Islam, ingin semacam bimbingan penelitian. Akhirnya saya berikan materi tentang filsafat ilmu dan metodologi penelitian untuk tiga pertemuan dalam seminggu dan ini akan dilakukan entah hingga berapa bulan ke depan. Yang pasti, Zam Zam baru akan mengerjakan skripsi secara resmi seki...
Bangunkan aku di Alun-Alun Tahrir
Kala ufuk siap menyingsingkan kebenaran
Sesungguhnya aku dan kau tadinya khaos
Tapi pemberontakan menyatukan kita dalam kosmos
Mari jatuhkan tirani
Cuma Tuhan yang boleh berlama-lama di 'arasy
Anehnya, doa pemberontak dan Mubarak persis sama:
"Ya Allah, hanya Engkaulah yang sanggup mengkudeta pemimpin Mesir!"
Kala ufuk siap menyingsingkan kebenaran
Sesungguhnya aku dan kau tadinya khaos
Tapi pemberontakan menyatukan kita dalam kosmos
Mari jatuhkan tirani
Cuma Tuhan yang boleh berlama-lama di 'arasy
Anehnya, doa pemberontak dan Mubarak persis sama:
"Ya Allah, hanya Engkaulah yang sanggup mengkudeta pemimpin Mesir!"
Klo nyerahin semuanya ke Tuhan kenapa harus repot2 demo, mening sare we sing tibra. biarin ajh Tuhan kerja. Toh dia maha segalanya cenah..heheheh ceuk si aki bari ngalenggut
ReplyDelete