Setelah dua tahun tidak ada kegiatan mengajar akibat kena cancel , akhirnya saya dapat kesempatan mengajar lagi. Situasinya memang sudah sangat berbeda. Dulu mengajar di kampus, kelas-kelas di ruang publik, dan platform Zoom untuk umum, sekarang privat online untuk satu orang. Pada murid privat bernama Zam Zam tersebut, saya minta izin supaya partner saya, Nadya, dibolehkan untuk ikut kelas. Alasannya, pertama, supaya Nadya mendapat semangat belajar kembali dan kedua, ya supaya kelas agak lebih ramai saja. Syukurlah, Zam Zam membolehkan. Kelas apa gerangan yang saya berikan untuk privat daring itu? Menariknya, Zam Zam, yang sebentar lagi skripsi double degree untuk bidang psikologi Islam dan pendidikan Islam, ingin semacam bimbingan penelitian. Akhirnya saya berikan materi tentang filsafat ilmu dan metodologi penelitian untuk tiga pertemuan dalam seminggu dan ini akan dilakukan entah hingga berapa bulan ke depan. Yang pasti, Zam Zam baru akan mengerjakan skripsi secara resmi seki...
Judul Buku: Filsafat Komunikasi: Dari Sokrates hingga Buddhisme Zen
Genre: Filsafat
Penulis: Syarif Maulana
Penerbit: Publika Edu Media
ISBN: 978-602-71415-2-0
Tahun Terbit: 2015
Jumlah Halaman: 134
Harga: Rp. 45.000
Ulasan:
Ilmu komunikasi, meski relatif baru mengemuka sebagai wacana akademik -posisinya sering tenggelam oleh reputasi ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial-, namun sebenarnya ia sudah dipelajari jauh ratusan tahun sebelum masehi. Para filsuf dari Yunani dan Romawi seperti Sokrates, Aristoteles, hingga Cicero, masing-masing mempunyai pemikiran-pemikiran cemerlang seputar penyampaian pesan. Dalam buku ini, kita akan berpetualang menjelajahi khazanah pemikiran mulai dari zaman kuno, modern, hingga ke Timur. Ziarah ini akan membawa kita pada suatu kesadaran bahwa komunikasi bukan sekadar suatu ilmu tempelan yang bisa dipelajari dalam hitungan bulan. Komunikasi punya filsafatnya sendiri. Tajam dan menukik hingga ke kedalaman.
Testimoni:
Buku ini cukup ringkas dan memaparkan sejarah muatan filosofis dalam komunikasi. Karena penulisannya cukup ringan dan runtut, maka buku ini cukup enak dibaca. Lagipula paparan-paparan teori filsafat komunikasi diberi komentar-komentar oleh penulis sehingga pembaca lebih memiliki "suplemen" analitik. Dalam beberapa hal buku ini membawa kita pada cakrawala besar kebudayaan manusia sebagai makhluk yang berbicara. -Yohan Slamet Purwadi (Doktor Ilmu Filsafat dari Indonesian Consortium for Religious Studies, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta)
Sangat komprehensif dalam mencakup serba-serbi filsafat komunikasi dari yang kuno sampai yang kontemporer. Buku ini saya pikir sangat baik untuk digunakan oleh para siswa-siswi Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Menengah Atas, baik sebagai bagian dari bahan ajar sosiologi mikro (interaksionisme simbolis) maupun bahan rujukan untuk menyusun karya ilmiah, presentasi, ataupun debat. -Jasiaman Christian Damanik (Guru Sosiologi di Cahaya Bangsa Classical School)
Buku Filsafat Komunikasi yang ada di tangan pembaca budiman ini memiliki posisi sangat signifikan. Buku ini mencoba melakukan semacam "revitalisasi filsafat", yaitu menghidupkan kembali komunikasi sebagai sebuah problematika filsafat, yang telah dirintis oleh para filsuf klasik -seperti Sokrates, Plato, dan Aristoteles- akan tetapi dibunuh oleh filsafat modern, yang merayakan cogito sebagai pusat kebenaran tentang dunia. -Yasraf Amir Piliang (Pakar Semiotika)

Comments
Post a Comment