Skip to main content

Komentar atas Madilog (Bab Filsafat)

Tetapi memakai Engels buat penunjuk jalan, bisalah kita terhindar dari kekacauan dan membuang-buang waktu. Engels, sekarang terkenal sebagai co-creator, sama membangun, dengan Marx, sebetulnya dalam filsafat banyak sekali meninggalkan pusaka. Karl Marx terkenal sebagai bapak Dialektis Materialisme dan Surplus Value, yakni Nilai-Ber-Lebih, nilai yang diterbitkan oleh buruh, tetapi dimiliki oleh kapitalis. Engels, pendiam, pembelakang, selalu berdiri di belakang kawannya Marx, tetapi setia dan jujur, meneruskan mengarang "Das Kapital", yang belum habis ditinggalkan Marx, karena ia meninggal. Engels sendiri menulis beberapa buku berhubung dengan filsafat "Anti Duhring" dan "Ludwig Feurbach" sejarah dan ekonomi. Tan Malaka menempatkan Friedrich Engels sebagai sosok kunci dalam menuntun manusia keluar dari kekacauan berpikir mistik menuju pemahaman filsafat yang ilmiah dan materialis. Dengan menyebut Engels sebagai “penunjuk jalan,” ia menegaskan pentingnya p...

10 Commandments of The Mafia: Ketika Made-Man Wajib Cinta Keluarga

 
 
Beberapa hari yang lalu, seorang kawan bernama Iqbal nge-whatsapp saya dengan foto di atas plus pesan yang bunyinya, "Mau beli?" Tanpa pikir panjang saya balas, "Mau." Apa alasan saya tidak berpikir panjang? Karena saya sedang keranjingan nonton film-film mafia dalam kurun tiga bulanan terakhir.

Sejak The Godfather, saya memang ketagihan melihat penggambaran mafia oleh film-film lain (Scarface, Donnie Brasco, Goodfellas, The Soprano, The Untouchables, Casino, The Departed, dsb). Selain aksi-aksi berdarah serta intrik-intriknya, saya juga suka bagaimana pencitraan dalam film mafia tentang pria yang "sejati", dalam artian mereka menjunjung tinggi nilai-nilai "universal kaum pria" seperti menepati janji serta menghargai wanita. Para anggota sering disebut sebagai Made Man atau "Pria yang terlantik".

Jika sudah menonton film-film di atas, maka pernyataan 10 Commandments of The Mafia ini akan sangat menarik:
  1. No one can present himself directly to another of our friends. There must be a third person to do it.
  2. Never look at the wives of friends.
  3. Never be seen with cops.
  4. Don't go to pubs and clubs.
  5. Always being available for Cosa Nostra is a duty - even if your wife is about to give birth.
  6. Appointments must absolutely be respected.
  7. Wives must be treated with respect.
  8. When asked for any information, the answer must be the truth.
  9. Money cannot be appropriated if it belongs to others or to other families.
  10. People who can't be part of Cosa Nostra: anyone who has a close relative in the police, anyone with a two-timing relative in the family, anyone who behaves badly and doesn't hold to moral values.
Daftar tersebut diperoleh polisi Sisilia ketika penangkapan bos mafia bernama Salvatore La Piccolo. Pembahasan poin demi poin dilakukan dalam film dokumenter tersebut lewat bantuan beberapa eks anggota mafia seperti Michael Franzese (eks keluarga mafia Colombo) dan Henry Hill (eks keluarga mafia Lucchese). Dari keseluruhan poin, justru bagi saya yang paling menarik perhatian adalah nomor dua dan tujuh, yaitu yang punya kaitan tentang istri.

Mafia, meskipun mereka mengerjakan hal-hal ilegal seperti pencurian, jual-beli narkoba, perjudian serta pembunuhan, namun mereka ada upaya menyeimbangkannya lewat kesetiaan terhadap keluarga. Kata Vito Corleone dalam The Godfather, "A man who doesn't spend time with his family can never be a real man."

Uniknya, masa remaja selalu merupakan awal dari masa pemberontakan yang biasanya keluarga adalah korban pertamanya. Saya adalah seorang diantaranya, yang mana jika masa remaja bersama-sama keluarga itu adalah memalukan adanya. Yang keren adalah bersama teman-teman, yang keren adalah pacaran beda agama sehingga bisa "You and me, against the world!", yang keren adalah pulang pagi dan marah-marah terhadap ibu-bapak. Sebaliknya, saya berusaha menumbuhkan rasa respek dengan lingkungan di luar keluarga. Maka itu jika ada gathering kawan-kawan saya lebih tertarik untuk nongol daripada gathering dengan keluarga besar.

Menjelang pernikahan (lagi-lagi curhat colongan, sekarang diselipkan di tengah topik mafia), saya mulai mencari nilai-nilai apa yang bisa saya pegang untuk menjalankan kehidupan nantinya. Dari sepuluh perintah mafia, saya akan buang nomor satu dan nomor lima, sisanya akan saya jalankan dalam rumah tangga. Istriku, here comes the Made-Man!

Comments

Popular posts from this blog

Makanya, Mikir! (2025): Cara Populer Menghidupkan Neoliberalisme Intelektual dan "Filsafat Babi"

Makanya, Mikir! karya Cania Citta dan Abigail Limuria telah menjadi salah satu buku nonfiksi yang paling disukai oleh pembaca muda dalam beberapa bulan terakhir. Semangat logika, rasionalitas, dan berpikir kritis adalah pilar dalam buku ini. Sebuah seruan yang menyejukkan di tengah wacana publik yang penuh dengan perselisihan politik dan emosi. Namun, di balik ajakan yang baik itu, ada masalah: buku yang menyerukan ajakan “berpikir kritis” ini justru hampir tak pernah menjadi objek pikiran kritis itu sendiri.  Penerimaannya di tempat umum menunjukkan paradoks yang menarik. Buku ini segera disambut sebagai bacaan yang cerdas tanpa perlu diuji berkat branding intelektual para penulisnya, dua figur yang terkenal di media sosial karena sikap rasional dan ilmiah mereka. Ulasan di toko buku online dan media sosial nyaris semuanya memuji. Di sinilah ironi itu muncul: sebuah buku yang mengajak untuk tidak mudah percaya , justru diterima karena kepercayaan penuh terhadap otoritas...

Komentar atas Madilog (Bab Pendahuluan)

Mokojobi, 15-6-2602. tanggal opisil kini, waktu saya menulis “Madilog’’. Dalam perhitungan “tuan’’ yang sekarang sedang jatuh dari tahta pemerintahan Indonesia itu bersamaan dengan Donderdag Juli 15, 1942. Murid bangsa Indonesia yang bersekolah Arab dekat tempat saya menulis ini, menarikkan pada hari kamis, bulan Radjab 30, 1362. Semua itu memberi gambaran, bahwa Indonesia sebenarnya belum bertanggal berumur sendiri. Indonesia tulen belum timbul dari tenggelamnya berabad-abad itu. Bagian pendahuluan Madilog menunjukkan bagaimana Tan Malaka menulis dengan kesadaran simbolik tentang keadaan bangsa yang belum merdeka. Ia menuliskan tanggal menurut tiga sistem yaitu Jepang, Eropa (Gregorian), dan Hijriah untuk menunjukkan bahwa Indonesia belum memiliki “waktu” dan identitasnya sendiri. Artinya, bangsa ini belum berdiri sebagai subjek sejarah yang otonom; masih bergantung pada sistem dan penanggalan asing. Dengan cara ini, Tan Malaka menyindir kondisi kolonial dan menggugah kesadaran tent...

Apa yang Sedang Dikerjakan Martin Suryajaya dalam Principia Logica?

Buku Principia Logica (2022) terbitan Gang Kabel adalah perluasan disertasi Martin Suryajaya yang berhasil dipertahankan akhir tahun 2021 demi mendapatkan gelar doktor filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara. Buku tersebut tampak “angker” kemungkinan atas dua alasan: tebalnya yang mencapai delapan ratus-an halaman (dua kali lipat disertasi Martin) dan juga judulnya. Judul tersebut mengandung kata “logica”, yang bisa terbayang isinya adalah tentang logika, tetapi lebih dari itu, logika yang dibahas adalah hal-hal prinsipilnya (“ principia ”). Mengapa menakutkan? Logika sendiri sudah dipandang sebagai hal prinsipil dalam berpikir, sementara yang akan dibahas Martin adalah hal prinsipil yang melandasi logika, sehingga tergambar bahwa isinya adalah: hal prinsipil tentang hal prinsipil .  Atas dasar itu, saya merasa perlu untuk membacanya sampai tuntas dan menuliskan kembali dalam suasana yang “tidak terlalu angker”, supaya setidaknya para pembaca yang kurang familiar dengan t...