Jumat, 12 Juli 2013

30hari30film: Annie Hall (1977)

5 Ramadhan 1434 H



Setelah Midnight in Paris (2011), ini adalah film kedua Woody Allen yang saya tonton. Film berjudul Annie Hall (1977) ini barangkali adalah salah satu yang paling terkenal yang pernah disutradarai Allen. Dibintangi oleh dirinya sendiri dan Diane Keaton, Annie Hall bercerita tentang kisah cinta Alvy Singers dan Annie Hall dengan latar kota New York. Dari dua film yang sudah saya tonton tersebut, ada satu kesamaan yang mungkin bisa jadi itulah salah satu karakteristik dari film-film Allen: Percakapan yang berbobot dan komedi yang cerdas. 

Dalam film Annie Hall misalnya, meski ceritanya sederhana tentang jalinan asmara biasa-biasa, namun dalam sejumlah percakapan, dilibatkan nama-nama pemikir dan seniman mulai dari Marshall McLuhan, Henry Kissinger, Franz Kafka, Federico Fellini, Ingmar Bergmann, Groucho Marx, hingga Sigmund Freud. Ini membuat Annie Hall, meski kita bisa golongkan ia sebagai romantic comedy, namun tidak bisa dikatakan sebagai sebuah film yang mudah untuk diserap. Misalnya, ketika Alvy merasa kesal dengan seorang penonton bioskop yang terus menerus membicarakan tentang pemikiran McLuhan, Alvy berkelakar dengan menanyai pada McLuhan yang sebenarnya (betul-betul McLuhan yang sebenarnya!) tentang apakah penonton tersebut berkata benar soal pemikirannya? McLuhan menjawab, "Tidak, dia tidak tahu apa-apa tentang pemikiranku." Bisakah kita tertawa oleh komedi yang amat kontekstual semacam ini?

Selain oleh kecerdasan percakapannya, Annie Hall juga menarik karena Woody Allen disini melakukan apa yang disebut dengan breaking the fourth wall. Ia, sebagai sekaligus pemeran Alvy Singers, sering sekali bertindak sebagai narator yang berbicara pada penonton. Tidak hanya di awal penampilannya ketika ia membuka film, melainkan ketika di tengah percakapan dengan siapapun, Alvy kerap berbicara pada penonton sehingga Annie Hall terkesan agak sureal. Annie Hall sungguh sebuah karya yang menarik dari Allen. Ia tidak takut sama sekali untuk mempertahankan percakapan yang mungkin hanya bisa dipahami oleh sebagian penonton saja. Dialog terlampau cerdas itu ia kebumikan dengan akting-akting memikat dari para aktornya. Buktinya, Allen mendapatkan penghargaan Oscar tahun 1978 untuk sutradara terbaik dan Keaton untuk artis terbaik. 

Rekomendasi: Bintang Empat 
Previous Post
Next Post

0 komentar: