Selasa, 14 Agustus 2012

30hari30film: Amorres Perros (2000)


25 Ramadhan 1433 H


Amorres Perros adalah film garapan sutradara Meksiko, Alejandro Gonzales Inarritu yang sering disebut sebagai bagian pertama dari triloginya yang dinamai death trilogy. Film kedua dan ketiganya yaitu 21 Grams dan Babel, punya benang merah yang bisa ditarik bersamaan dengan Amorres Perros, yaitu: Bertemakan kematian serta cara bertutur yang mula-mula terpisah namun lama kelamaan terlihat ada kesatuan diantara pecahan-pecahan tersebut –maka itu karya Amorres Perros ini sering dijuluki sebagai “Mexican Pulp Fiction”, mengacu pada film Quentin Tarantino berjudul Pulp Fiction yang juga berisi pecahan-pecahan peristiwa yang nantinya dirajut-.

Namun bukan hanya cara bertuturnya saja yang membuat film ini menjadi menawan. Melainkan juga bagaimana cara Inarritu mengangkat adegan-adegan keseharian yang begitu dekat, disertai pengambilan gambar yang realistik –sehingga film ini juga dijuluki beraliran Mexican neo-realist, didukung pula oleh aktor-aktornya yang banyak diantaranya non-profesional-. Walhasil, meski Amores Perros awalnya menciptakan kebingungan karena pecahan-pecahan adegan yang tidak berkesinambungan, namun film ini luar biasa menyentuh dan agaknya penonton sulit sekali untuk tidak terharu.

Amorres Perros dibagi dalam tiga babak. Bagian pertama adalah Octavio y Susana, kisah tentang bersaudara Octavio (Gael Garcia Bernal) yang begitu mencintai wanita (Vanessa Bauche) bernama Susana yang tidak lain adalah istri dari kakaknya sendiri. Bagian kedua adalah Daniel y Valeria yang berkisah tentang perselingkuhan antara pengusaha bernama Daniel (Alvaro Guerrero) dengan supermodel bernama Valeria (Goya Toledo). Bagian ketiga berjudul El Chivo y Maru yang berkisah tentang pembunuh bayaran berjuluk El Chivo (Emilio Echevarria) yang pernah dipenjara 20 tahun lamanya sehingga mesti berbohong pada sang putri bahwa ia sudah meninggal dunia. Ketiga cerita ini punya kesamaan, yaitu sama-sama melibatkan anjing diantara para tokohnya. Konon ini merupakan suatu sindiran: Ketika manusia seringkali tak punya pijakan pada siapa ia harus setia, anjing mengajarkan tentang kesetiaan tertinggi.

Rekomendasi: Bintang Lima
Previous Post
Next Post

0 komentar: