Minggu, 22 Juli 2012

30hari30film: La Strada (1954)


3 Ramadhan 1433 H


La Strada adalah film Italia yang dibesut oleh sutradara neo-realis Federico Fellini. Film yang diproduseri Dino de Laurentiis ini, musiknya ditata oleh komposer kenamaan yang akrab dengan musik The Godfather yaitu Nino Rota. Selain itu, musisi Bob Dylan menyebut film La Strada sebagai inspirasinya dalam lagunya yang terkenal Mr. Tambourine Man.

La Strada bercerita tentang wanita lugu bernama Gelsemina (Giulieta Masina) yang direkrut oleh penghibur keliling Zampano (Anthony Quinn). Gelsemina diambil untuk menggantikan kakaknya, Rosa, yang meninggal dalam perjalanannya yang juga bersama Zampano. Ibunya menyerahkan Gelsemina karena dua alasan: Pertama, Zampano memberi uang sepuluh ribu Lira. Kedua, sang ibu ingin agar Gelsemina jalan-jalan melihat dunia luar.

Gerak-gerik Gelsemina amat kontras dengan Zampano. Gelsemina begitu naïf, labil; kadang ia ingin pergi dari tuannya, kadang ia ingin menikah dengan Zampano. Sedang Zampano -persis seperti pertunjukannya yang selalu memamerkan kekerasan ototnya dalam memutus rantai baja- adalah orang yang keras, tidak hangat, dan praktis. Gelsemina menemukan kehangatan dalam diri seorang yang dijuluki Il Matto (Richard Basehart). Ia adalah badut sekaligus peniti tambang yang pandai bermain biola mini.

Dari Il Matto, Gelsemina belajar filosofi hidup seperti, “Batu pun diciptakan untuk manfaat tertentu.” Membuat Gelsemina, yang terus menerus di-bully oleh Zampano karena tidak punya kemampuan apa-apa, menemukan dirinya juga berharga. Il Matto sendiri beberapa kali membuat Zampano kesal. Il Matto kerapkali mengejek Zampano sebagai tidak kreatif dan, “Lihat wajahnya, berkali-kali membuat saya tertawa.” Gelsemina terus belajar hal yang baru setiap Zampano singgah memarkirkan karavannya. Ia belajar dari biarawati yang mengatakan bahwa, “Kami pindah dua tahun sekali. Jika kamu sudah nyaman di satu tempat, kamu akan melupakan tujuan semulamu: Tuhan.”

Seperti pada umumnya film-film neo-realis, La Strada mengangkat tema keseharian yang menyentuh. Meski demikian, tidak bisa dikatakan juga La Strada adalah film yang mudah dicerna seperti film neo-realis lainnya semisal Bicycle Thief karya Vittorio de Sica atau Pather Panchali karya Satyajit Ray. Bobot obrolan Gelsemina dengan Il Matto dan biarawati bisa membuat kening mengkerut. Apa yang mau dipesankan oleh Fellini agaknya ada pada sosok Zampano yang sangat menolak berpikir reflektif. Ia hidup hanya untuk mencari uang dan seks. Berbeda dengan sosok Gelsemina yang meskipun naïf, tapi ia selalu melihat berbagai hal dengan rasa kagum. 

Rekomendasi: Bintang Lima
Previous Post
Next Post

0 komentar: