Sunday, July 29, 2012

30hari30film: Indiana Jones and The Raiders of The Lost Ark (1981)


10 Ramadhan 1433 H



Indiana Jones and The Raiders of The Lost Ark adalah judul baru bagi film Steven Spielberg yang sebelumnya berjudul Raiders of The Lost Ark ini. Film yang diproduseri George Lucas tersebut, pada masanya meraup keuntungan yang luar biasa dan menjadi film yang legendaris bahkan hingga hari ini. Atas dasar itu, Spielberg membuat beberapa edisi film lagi tentang Indiana Jones mulai dari Indiana Jones and The Temple of Doom (1984), Indiana Jones and The Last Crusade (1989), Indiana Jones and The Kingdom of Crystal Skull (2008) hingga serialnya yang berjudul The Young Indiana Jones Chronicle (1992-1996).

Film tentang Indiana Jones selalu disajikan dengan penuh aksi dan petualangan yang menegangkan nyaris dari menit awal film hingga akhir. Indiana Jones and The Raiders of The Lost Ark berkisah tentang petualangan Indiana Jones (Harrison Ford) yang berupaya menyelamatkan ark (tabut?) agar tidak jatuh ke tangan pihak Nazi. Apa yang istimewa dari tabut? Tabut bernama Ark of The Covenant ini, jika didapatkan, maka tentara Nazi bisa menjadi terkamuflase dan tak terlihat. Film menjadi menarik karena keberadaan Rene Belloq (Paul Freeman) - musuh bebuyutan Indiana yang juga arkeolog- yang tak kalah cerdas, berani, dan penuh intrik. Selain disebabkan oleh labirin dan perangkap yang begitu rumit dihadirkan dalam rangka menyulitkan jalan menuju tabut, film Indiana Jones and The Raiders of The Lost Ark juga menjadi cukup segar karena keberadaan Marion Ravenwood (Karen Allen) yang tampil lugu, mengimbangi keseriusan Indiana.

Jalan cerita film tentang Indiana Jones relatif monoton dan selalu tentang perburuan artefak. Namun yang hendak ditawarkan oleh Spielberg tentu saja bukan tentang kekompleksan cerita, melainkan sajian full-action yang membuat penonton mengkerut di kursinya. Spielberg dengan pandai tidak membiarkan film untuk terjebak pada adegan dialog yang terlalu lama. Dialog seolah hanya sebatas “fase jeda” sebelum Indiana bertarung menghadapi tantangan berikutnya. Plus musik garapan John Williams menjadi kekuatan yang tak terbantahkan dalam menopang pelbagai adegan.

Namun sebagaimana umumnya film Spielberg yang “ada keharusan ditonton sebanyak mungkin orang”, maka selalu saja ada gabungan antara adegan jenaka dan sadis sekaligus. Di film yang sama, kita bisa saksikan adegan dimana Indiana secara “cerdas” menembak lawan dengan pistol dalam adegan adu pedang (yang merupakan suatu hal yang agaknya bisa membuat penonton tertawa), tapi juga ada adegan dimana salah seorang tentara Nazi tercincang baling-baling helikopter hingga darahnya terhambur. Meski kerancuan tersebut cukup lumrah terjadi dalam film-film Spielberg, namun agaknya secara keseluruhan Indiana Jones and The Raiders of The Lost Ark tetaplah film yang penting dan fenomenal dalam sejarah perfilman Hollywood. Aksi-aksi Indiana –harus diakui- memang memukau.

Rekomendasi: Bintang Empat
Previous Post
Next Post

0 comments: