Jumat, 27 Juli 2012

30hari30film: Curse of The Golden Flower (2006)


7 Ramadhan 1433 H


Film ini punya hampir semua syarat untuk menjadi film papan atas: Penampilan para aktor yang prima, jalan cerita yang sukar ditebak hingga akhir, efek pertempuran yang canggih, kostum istimewa, hingga latar istana dan pegunungan yang menawan. Meski demikian, Curse of The Golden Flower yang digarap oleh Zhang Yimou ini punya sedikit kelemahan yang bisa jadi krusial: Penggarapan musik. Musik yang ditata oleh Shigeru Umebayashi kurang bisa menopang pelbagai adegan yang dramatik dan mempesona.

Film ini berkisah tentang intrik di keluarga kerajaan antara kaisar (Chow Yun Fat), permaisuri (Gong Li), dan ketiga anaknya yaitu pangeran Wan (Liu Ye), pangeran Jai (Jay Chou) dan pangeran Yu (Qin Junjie). Kaisar dan permaisuri tidaklah akur. Di satu sisi, kaisar berusaha meracuni permaisuri lewat racun yang disusupkan pada obat yang rutin diminum permaisuri. Di sisi lain, permaisuri pun berupaya untuk mengudeta kaisar lewat sang anak kedua, pangeran Jai. Intrik ini meluas keluar wilayah keluarga ini setelah mengetahui bahwa ada affair antara pangeran Wan dengan anak dari dokter kerajaan yakni Jiang Chan (Li Man). Problem ini semakin kompleks setelah diketahui ada pertautan romantika antara ibu dari Jiang Chan, dengan sang kaisar di masa lalunya.

Film ini meski didominasi oleh dialog dan tidak banyak adegan kungfu yang khas muncul di film-film Cina, namun kita bisa dibuat duduk bertahan dari awal hingga akhir. Hal tersebut tidak lepas dari kekuatan akting Chow Yun Fat dan Gong Li. Disamping itu, warna-warni yang dibentangkan oleh film juga membuat mata dimanjakan (ini terjadi sedari pembuka film ketika ratusan dayang kerajaan bersalin pakaian). Adegan kolosal berupa perang besar antara tentara kaisar versus tentara permaisuri di menjelang akhir film juga –meski tidak seberapa dramatis tapi tetap- memberikan kesan tersendiri. Jangan lupa, yang menjadi kekuatan Curse of The Golden Flower tentu saja kenyataan bahwa di balik citra kerajaan yang tenang dan tanpa konflik, terdapat intrik yang begitu mendidih dan siap meletus di waktu yang tepat. Jika bicara jalan cerita, film berdurasi 114 menit ini memang jempolan. Tapi jika yang diniatkan sutradara adalah ke-kolosal-an, maka Curse of The Golden Flower ini menyajikannya terlalu banyak. Ibarat martabak manis yang terlalu melimpah susu dan kejunya.

Rekomendasi : Bintang Tiga Setengah
Previous Post
Next Post

1 komentar: