Friday, July 27, 2012

30hari30film: The Buddha: The Story of Siddhartha (2010)


8 Ramadhan 1433 H



The Buddha: The Story of Siddhartha adalah film dokumenter garapan David Grubin yang dinarasikan oleh Richard Gere. Berdurasi 112 menit, film ini berkisah tentang perjalanan hidup Siddhartha Gautama mulai dari lahir, remaja, menikah, pergi dari istana, mencari jatidiri, tercerahkan di pohon Boddhi, mendapatkan murid, hingga hari kematiannya. Film ini tidak membosankan karena sutradara sanggup meramu antara narasi; pengakuan dari berbagai orang seperti Dalai Lama, Mark Epstein, William Stanley, Nick Offerman serta beberapa bhiksu Buddha; latar masyarakat India dan Nepal; serta animasi yang menarik.

Film dimulai dengan narasi Richard Gere mengenai kelahiran Siddhartha sekitar 2500 tahun silam di perbatasan India dan Nepal. Sebelum melahirkan, sang ibu mendapatkan mimpi yang aneh berkaitan dengan seekor gajah putih. Menurut juru tafsir mimpi, itu artinya sang ibu akan mempunyai anak lelaki yang kelak menjadi seorang pemimpin besar atau ahli spiritual. Sang ayah, yang ingin Siddhartha menjadi pemimpin besar, “menyekapnya” di dalam istana. Ia dilarang keluar agar tidak menyaksikan pahitnya dunia. Namun di suatu hari, ia keluar bersama kusir kuda dan mengalami empat penglihatan yaitu: orang tua, orang sakit, orang mati, dan orang yang hidup bertapa. Keseluruhan penglihatan itu membuat dirinya memutuskan untuk meninggalkan istana dan hidup tanpa wisma. Merujuk pada juru tafsir mimpi tadi, Siddhartha mengambil jalan menjadi ahli spiritual.

Buddha atau sering diartikan sebagai “Yang Terbangun”, digambarkan dalam film dokumenter ini dengan cukup lengkap. Fakta sejarah dan mitos tentangnya diceritakan secara komprehensif sehingga dirasa cukup objektif dan tidak ada maksud menggurui. Yang terpenting dari film The Buddha: The Story of Siddhartha ini adalah penekanan ajaran Buddha yang bukan terletak pada asketisme (penyiksaan tubuh sendiri secara berlebihan). Beberapa kali dititikberatkan bahwa menjadi Buddha adalah berarti menjalani kehidupan sebagaimana adanya, atau dalam istilah sang Buddha sendiri: Menerima bumi, bukan menolak apalagi menguasainya. Film ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang mau mengenal Buddha dan ajarannya untuk kali pertama.

Rekomendasi: Bintang Empat
Previous Post
Next Post

0 comments: